Menu

Mode Gelap
Vonis Seumur Hidup untuk Yahya Himawan, JPU Masih Pertimbangkan Banding Kabiddokkes Polda PB : Hasil Otopsi Yanto Idorway Butuh Waktu karena Sampel Diuji di Lab Forensik di Luar Manokwari Dua Hari Menunggu, Otopsi Yanto Idorway Akhirnya Digelar di RS Bhayangkara Polda Papua Barat Kapolres Pegaf: Jenazah Yanto Ditemukan Terjepit di Celah Batu, Polisi Minta Otopsi Ungkap Penyebab Kematian Ribuan Warga Padati Kamar Jenazah RSUD Manokwari, Menanti Hasil Otopsi Yanto Idorway

PAPUA BARAT · 28 Nov 2024 18:05 WIT

Ketua PWI PB Tegaskan Wartawan Harus Jaga Netralitas dan Demokrasi


 Ketua PWI PB Tegaskan Wartawan Harus Jaga Netralitas dan Demokrasi Perbesar

MANOKWARI – Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Papua Barat, Bustam, menegaskan bahwa wartawan di Papua Barat harus menjaga ruang demokrasi dengan bersikap netral dan independen, terutama menjelang dan pasca kontestasi politik. Ia mengingatkan agar jurnalis berperan sebagai wasit yang baik dalam proses demokrasi, tanpa memihak pada salah satu pasangan calon.

“Netralitas dan independensi adalah prinsip utama yang harus dijaga wartawan. Dengan begitu, mereka bisa menjadi pilar keempat demokrasi yang terpercaya,” ujar Bustam dalam keterangannya saat rapat bersama pengurus PWI, Kamis (28/11/2024).

Menanggapi isu yang menyebutkan adanya wartawan yang terlibat dalam tim pasangan tertentu, Bustam menjelaskan bahwa hal tersebut merupakan tindakan oknum yang tidak mewakili organisasi. Jika terbukti bahwa oknum tersebut merupakan anggota organisasi, maka PWI Papua Barat akan mengambil langkah tegas.

“Apabila masyarakat menemukan pelanggaran dalam isi pemberitaan atau keterlibatan wartawan secara tidak profesional, hal itu bisa dilaporkan ke PWI Papua Barat. Aduan yang disertai bukti kuat akan diteruskan ke Dewan Pers untuk ditindaklanjuti sesuai Undang-Undang Pers,” tegasnya.

Bustam menekankan bahwa kemerdekaan pers tidak berarti kebebasan tanpa tanggung jawab. Pers diatur oleh undang-undang yang menjamin hak masyarakat untuk menerima informasi yang berimbang dan akurat.

“Media yang melanggar kode etik atau memihak secara partisan akan mendapatkan sanksi, mulai dari teguran hingga pencabutan izin. Hal ini penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pers,” tambahnya.

Menurut Bustam, wartawan memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga demokrasi yang sehat. Dengan memproduksi karya jurnalistik yang independen dan tidak memihak, wartawan dapat menjadi teladan dan menjaga ritme pers yang sehat.

“Wartawan yang profesional harus memiliki panggilan untuk menjadi wartawan sejati. Jika ada yang tidak mampu menjaga netralitas, lebih baik mengundurkan diri dan mencari jalur ekspresi lain, seperti melalui media sosial atau platform lainnya,” ujarnya.

Bustam juga mendorong pentingnya uji kompetensi dan keanggotaan di PWI sebagai bentuk pembinaan wartawan. Hal ini bertujuan agar setiap wartawan memiliki kemampuan dan pemahaman yang baik terhadap kode etik jurnalistik, sekaligus menjadi teladan dalam menjaga demokrasi.

“Perbuatan satu wartawan yang melanggar kode etik bisa berdampak buruk pada citra seluruh profesi wartawan. Karena itu, tanggung jawab kolektif sangat penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pers,” tandasnya. (ACM)

Artikel ini telah dibaca 31 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

FUN RUN 5K HUT ke-81 TNI Jadi Momentum Pererat Kemanunggalan TNI dan Rakyat

19 September 2026 - 11:34 WIT

Yosias Saroy Ajak Semua Pihak Bersatu, Struktur KONI Papua Barat Segera Dilengkapi

18 September 2026 - 18:54 WIT

Musorprovlub KONI Papua Barat Dinyatakan Sah, Tahapan Pemilihan Telah Sesuai AD/ART

18 September 2026 - 18:00 WIT

Kapolda Papua Barat Pimpin Sertijab Kabid Dokkes dan Penyerahan Jabatan Kabid Propam

10 September 2026 - 20:55 WIT

Pemprov Papua Barat Gelar Upacara Hut Ri Ke-81 Dengan Lancar Dan Sukses

18 Agustus 2026 - 04:57 WIT

HUT RI ke-81 Momentum Pemuda Untuk Terus Berkarya Mengisi Pembangunan

18 Agustus 2026 - 04:55 WIT

Trending di PAPUA BARAT