MANOKWARI,acemo.co.id – Proses otopsi terhadap jenazah Yanto Idorway di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Papua Barat telah selesai dilaksanakan. Tim dokter forensik menegaskan, meski pemeriksaan internal telah rampung, penyebab pasti kematian masih menunggu hasil uji laboratorium terhadap sejumlah sampel jaringan yang akan dikirim ke Jakarta.
Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Kabiddokkes) Polda Papua Barat, Kombes Pol. dr. Iskandar, mengatakan proses otopsi berlangsung dengan aman, tertib, dan mendapat dukungan penuh dari masyarakat serta keluarga korban.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah mendukung kegiatan ini sehingga berjalan dengan sangat baik, kondusif, dan tetap aman. Proses otopsi telah selesai dilaksanakan dengan lancar,” ujar Iskandar di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Papua Barat, Kamis (31/7/2026).
Ia menjelaskan, otopsi dimulai sekitar pukul 15.44 WIT dan selesai sekitar 19.30 WIT, atau berlangsung hampir empat jam sesuai dengan perkiraan tim medis.
Meski demikian, proses pemeriksaan belum sepenuhnya berakhir. Beberapa sampel jaringan dari tubuh korban akan dikirim ke laboratorium forensik di Jakarta untuk dianalisis lebih lanjut.
“Kami mohon kesabaran seluruh masyarakat. Sampel jaringan harus diperiksa di laboratorium sehingga membutuhkan waktu sebelum hasil akhir dapat disimpulkan,” katanya.
Menurut Iskandar, keberhasilan pelaksanaan otopsi tidak lepas dari kerja sama yang baik antara tim medis, penyidik kepolisian, keluarga korban, dan masyarakat yang menjaga situasi tetap kondusif selama proses berlangsung.
Setelah seluruh tahapan medis selesai, jenazah akan diserahkan kepada penyidik untuk kemudian dikembalikan kepada pihak keluarga guna proses pemakaman.
Sementara itu, dokter forensik dr. Jimmy menjelaskan bahwa kondisi jenazah yang telah mengalami pembusukan akibat beberapa hari berada di dalam air membuat pemeriksaan memerlukan analisis laboratorium tambahan.
“Setelah dilakukan pemeriksaan luar maupun dalam, masih ada pemeriksaan lanjutan di laboratorium. Hasil pemeriksaan hari ini akan dipadukan dengan hasil laboratorium sebelum dibuat kesimpulan akhir,” jelasnya.
Ia menerangkan, beberapa jaringan yang diperiksa di antaranya bagian tubuh yang diduga mengalami luka serta organ paru-paru. Pemeriksaan tersebut bertujuan memastikan apakah luka terjadi ketika korban masih hidup atau setelah meninggal dunia, termasuk untuk mengetahui ada atau tidaknya air di dalam paru-paru.
“Semua itu penting untuk mengetahui kondisi yang sebenarnya terjadi dan membantu proses penyelidikan,” ujarnya.
Dr. Jimmy memperkirakan hasil pemeriksaan laboratorium dapat diterima dalam waktu sekitar lima hingga tujuh hari, meski lamanya proses bergantung pada antrean pemeriksaan di laboratorium forensik yang menerima sampel dari berbagai daerah di Indonesia.
“Kami akan terus memantau prosesnya agar hasil bisa diperoleh secepat mungkin, namun kami belum bisa memastikan waktu pastinya,” katanya.
Di kesempatan yang sama, pihak kepolisian menegaskan bahwa hasil visum luar dan otopsi nantinya akan diserahkan kepada penyidik Satreskrim Polres Pegunungan Arfak sebagai bagian dari alat bukti dalam proses penyelidikan.
Penyidik menilai hasil otopsi dan pemeriksaan laboratorium akan menjadi dasar penting untuk mengungkap penyebab kematian Yanto Idorway serta memastikan apakah luka-luka yang ditemukan terjadi sebelum atau sesudah korban meninggal dunia.
Polisi juga mengimbau keluarga korban, masyarakat, dan seluruh pihak untuk tetap bersabar serta tidak berspekulasi hingga hasil resmi pemeriksaan forensik dan penyelidikan diumumkan. (Mega Irianti)






















