MANOKWARI, acemo.co.id – Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Manokwari menggelar pelatihan keterampilan bagi masyarakat Orang Asli Papua (OAP) sebagai upaya meningkatkan kompetensi dan kesiapan tenaga kerja lokal.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Manokwari, Yusak Dowansiba, mengatakan pelatihan tersebut dilaksanakan dengan menggunakan sumber dana khusus, sehingga peserta yang menjadi sasaran utama adalah masyarakat Orang Asli Papua.
Hal tersebut disampaikan Yusak saat ditemui di Lapangan Borasi, Manokwari, Selasa (11/8/2026).
Menurutnya, peserta pelatihan berasal dari tiga distrik yang menjadi sasaran kegiatan. Pelatihan berlangsung selama lima hari dengan materi keterampilan yang disesuaikan dengan bidang masing-masing.
“Pelatihannya untuk Orang Asli Papua karena sumber dananya dana khusus, maka pelatihan difokuskan kepada Orang Asli Papua,” ujar Yusak.
Ia menjelaskan, sebanyak 30 peserta mengikuti pelatihan yang terdiri dari laki-laki dan perempuan. Peserta merupakan masyarakat umum dari tiga distrik dan bukan berasal dari perusahaan atau tenaga kerja dari PT tertentu.
“Ini untuk masyarakat saja. Masyarakat dari tiga distrik,” jelasnya.
Pelatihan dilaksanakan di sejumlah fasilitas pendidikan dan pelatihan yang tersedia di Manokwari. Untuk keterampilan las, kegiatan dipusatkan di SMK Negeri 2 Manokwari, sementara pelatihan tata boga dilaksanakan di SMK Negeri 3 Manokwari. Sedangkan pelatihan komputer dilakukan di balai pelatihan komputer.
Yusak mengatakan, pihaknya memilih SMK sebagai lokasi pelatihan karena sekolah tersebut memiliki tenaga pengajar yang kompeten dan telah memiliki sertifikasi keahlian sesuai bidang yang diajarkan.
“Kenapa kami pilih SMK? Karena tenaga atau guru-guru SMK yang punya sertifikasi. Itu dasarnya karena kegiatan ini harus bisa dipertanggungjawabkan,” katanya.
Ia menambahkan, Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Manokwari hingga kini belum memiliki balai latihan kerja sendiri. Karena itu, pihaknya masih menjalin kerja sama dengan SMK yang memiliki fasilitas serta tenaga instruktur yang memenuhi persyaratan.
“Kita belum bangun balai latihan kerja, sehingga sementara kita bekerja sama dengan SMK karena ada tempat, guru-guru yang kompeten dan punya sertifikat keahlian,” ungkapnya.
Kerja sama tersebut, kata Yusak, bukan baru dilakukan tahun ini. Dinas Ketenagakerjaan secara rutin menggandeng SMK dalam pelaksanaan program pelatihan keterampilan masyarakat setiap tahun, menyesuaikan dengan ketersediaan anggaran.
“Setiap tahun jalan. Kalau sumber dananya ada, kami ajukan,” pungkasnya.
Selain mendapatkan keterampilan, peserta juga diberikan fasilitas atau peralatan pendukung setelah menyelesaikan pelatihan. Pemberian fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu peserta mengembangkan keterampilan yang diperoleh menjadi kegiatan produktif maupun peluang usaha mandiri. (Mega Irianti)






















