RAJA AMPAT – Bupati Markus Waran mengatakan, nantinya coklat Mansel akan terus diekspor ke beberapa negara. Hal itu dikatakanya usai melouching coklat ransiki usai pembukaan Raja Ampat e- Festival ” voyage to digital community” di gedung Pari Convention Center Raja Ampat, Senin (28/6).
“Kita target ekspor ke beberapa negara, di antaranya Inggris, Jepang, Amerika dan Australia,” ujar Waran.
Waran menjelaskan untuk produksi coklat batangan, merupakan hasil dari bantuan fasilitas yang diberikan BI.
“Produksi coklat batangan itu merupakan dukungan dari Bank Indonesia seperti fasilitas alat produksi. Karena kalau yanh di jual di Grand Indonesia itu harganya mahal. Kalau yang coklat batangan ukuran kecil ini, bisa dijangkau semua kalangan masyarakat,” jelasnya.
Waran kemudian mengapresiasi setiap bantuan yang selama ini diberikan BI khususnya terhadap pembinaan kepada UMKM di wilayah Mansel.
“Mewakili masyarakat Mansel dan pengelola Pabrik Coklat Ransiki, kami sangat apresiasi dan berterimakasih kepada Bank Indonesia karena melalui kegiatan e-Festival ini, produk coklat kita bisa dipamerkan dan semakin dikenal masyarakat luas,” ucapnya.
Waran memastikan, Pemda Mansel akan terus memacu produk kakao sebagai komoditi utama daerah yang berjuluk Segitiga Emas tersebut.
“Nanti kedepan kita akan laksanakan peremajaan kebun kakao yang ada. Karena ini sudah ada investor yang mau masuk. Ada dari Jepang dan Amerika. Mereka mau masuk untuk rawat area kebun kakao. Rasa coklat Ransiki memang sangat unik, karena berada di bawah cagar alam Pegunungan Arfak. Ini pupuknya organik asli, sehingga punya cita rasa yang berkualitas,” pungkasnya. ( AM)






















