MANOKWARI – Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Manokwari kembali melaksanakan Intensifikasi pengawasan pangan jelang Idul Fitri 1443 H bersama stakeholder terkait, Selasa (12/4/2022).
Dalam intensifikasi tersebut, BPOM Manokwari bersama Dinas Perindag Provinsi, Dinas Kesehatan Papua Barat, dan Polda Papua Barat melakukan pemeriksaan pengawasan pangan khususnya pada distributor bapok terbesar di Kabupaten Manokwari.

Operational Manager PT. Sinar Suri, Ety Kurniawati menjelaskan saat ini stok sembako seperti beras dan minyak goreng pada gudangnya dapat mencukupi kebutuhan pasar hingga Lebaran nanti. Sedikitnya 1.528 karton minyak goreng kemasan 1 L, 2L dan 5L tersedia dengan harga per liternya Rp.23.000 – Rp.24.000.
“ Stok minyak goreng kita ada 2 kontainer dan sudah dialokasikan ke toko, supermarket dan pasar mungkin suplai di hari ini” ujarnya.
Hal senada juga disampaikan Sales Manager CV. Aditya Citra Persada, Billy Sigar. Ia mengatakan saat ini stok minyak goreng di gudangnya tersedia 2000 karton kemasan 1L dan 2L dan akan siap didistribusikan ke 400 register outlet di Manokwari. Sementara, harga jual minyak goreng per liternya Rp. 26.700.

“ Untuk stok minyak goreng kita cukup aman, dan 2000 karton ini biasanya mencukupi stok seminggu, dan untuk sampai hai lebaran, pihaknya juga sedang menunggu kedatangan barang dari Pabrik , namun tidak perlu khawatir karena setiap kapal masuk barang juga masuk” terangnya.
Sementara itu, usai melakukan pemeriksaan, Plh. Kepala Balai POM Manokwari Adi Rahmadi, S.Si,Apt. kepada awak media mengatakan setelah mengamati lebih dekat pada 2 Distributor Pangan di Manokwari, pihaknya memberikan apresiasi lantaran kedua distributor yakni PT.Sinar Suri dan CV. Aditya Citra Persada telah menerapkan SOP yang baik dan memenuhi syarat edar pangan. Hal itu terbukti dengan tidak ditemukannya pangan kadaluarsa yang tersimpan di gudang, melainkan hanya beberapa kemasan yang rusak akibat proses handling saat pengiriman barang.
“ ini merupakan kali ketiga kami melakukan intensifikasi, dan tadi sudah melihat secara langsung dan mengapresiasi distributor karena sudah membuat SOP Penanganan pangan yang akan diedarkan dengan baik. Sudah memiliki palet yang sesuai, lantai dilengkapi dengan epoxy dan tanda warning untuk keselamatan kerja. Kemudian kami juga tidak menemukan pangan kadaluarsa karena distributor sudah memisahkannya” tutur Adi.

Kepala Seksi Pengawasan dan Pemberdayaan Konsumen Bidang Standarisasi dan Perlindungan Konsumen Disperindag Provini Papua Barat, Obed Ranteallo mengatakan sejauh ini ketersediaan bapok di Kabupaten/Kota mencukupi hingga Lebaran, dimana harga beras stabil sedangkan harga minyak goreng premium beragam.
“ Untuk ketersediaan bapok di 13 Kabupaten Kota sejauh ini aman, hanya saja harga minya goreng yang bukan subsidi harganya beragam, kalau untuk beras masih stabil” ucapnya.
Diketahui Intesifikasi pengawasan pangan sudah dilakukan oleh BPOM sejak 28 Maret hingga 6 Maret mendatang, dimana fokus pengawasan pada ijin edar, tanggal kadaluwarsa dan kelayakan kemaasan. Sedangkan untuk pemeriksaan tak’jil di Manokwari, BPOM belum menemukan pedagang yang menggunakan bahan pangan berbahaya seperti borakx dan pewarna makanan rhodamin B pada panganan yang dijual. (ACM)






















