MANOKWARI – Peristiwa Kebakaran yang terjadi di Amban, kompleks mess PT. Sawitomas, Kamis (16/6/2022) dini hari tadi, malah menjadi kesempatan orang tak dikenal untuk menjarah barang yang ada di sekitar lokasi kebakaran.
Josua (22), seorang mahasiswa semester akhir di Universitas Papua (Unipa) mengalami kejadian yang kurang mengenakkan. Bagaimana tidak, saat sedang berjibaku memadamkan api agar tidak merembet ke rumah kosnya, justru mengalami penjarahan orang tak dikenal.
“Kos ku hampir terbakar, barang-barang ludes semua. Kebakarannya di sebelah, kami berusaha padamkan. Malahan ada orang yang masuk bongkar kamar, barangku semua hilang”, kata Josua saat dikonfirmasi media ini.

Dirinya menceritakan kronologi yang dialamainya saat melihat segelintir orang tak kenal masuk ke dalam kos dan mengambil sejumlah barang dari dalam kosnya.
“ Sekitar pukul setengah tiga dini hari kebakaran, jadi aku mengungsikan barang-barang yang bisa ku bawa. Lalu banyak orang yang tidak ku kenal berdatangan di area kebakaran. Pas kami lagi madamkan api, ada orang keluar masuk ke dalam rumah membawa barang-barang yang ada di dalam”, kata pemuda asal Medan tersebut.
Beruntung Kos-kosan berlantai 2 tersebut tidak ikut terbakar karena kesigapan warga yang berusaha memadamkan api sebelum menjalar lebih jauh ke rumah lain.
Josua menyayangkan sikap oknum-oknum tidak bertanggung jawab yang mengambil kesempatan saat peristiwa kebakaran yang merengut 1 korban jiwa itu. Tidak hanya dirinya, nasib serupa juga dialami beberapa penghuni kos yang berdempetan dengan TKP kebakaran.
“Barang di kos ku banyak yang hilang, motor, pakaian bahkan sepatu diambil. Rumah yang di lantai 1, di dobrak lalu barangnya juga di ambil, dispenser, ricecooker”, tambahnya.
Josua mengaku hanya bisa pasrah dengan kejadian yang menimpanya, meski beruntung tidak menjadi mengalami kebakaran namun semua barang di kosnya lenyap digasak sejumlah orang yang memanfaatkan peristiwa tersebut.

Diketahui, kebakaran yang diduga berasal dari korsleting listrik ini menghanguskan seluruh bangunan dan kendaraan yang terparkir di halaman. kerugian material berupa 9 petak mess karyawan ,14 kontrakkan, 1 kantor, roda empat sebanyak 2 unit, roda dua sebanyak 4 unit dan 1 unik truk tronton dengan total kerugian ditaksir sebesar Rp.2 Milyar. (ACM_2)






















