Menu

Mode Gelap
Alm. Nataniel Mandacan Salah Satu Putra Terbaik Arfak Yang Tumbuh Melalui Birokrasi Dr. Nataniel Mandacan Tutup Usia, Gubernur Didampingi Sang Istri Melayat Ke Rumah Duka 1.229 Tenaga Honorer Pemprov Papua Barat Akan Terima SK CPNS Senin 6 Juli 2026 37 Mantan Anggota OPM Kodap IV Sorong Secara Sukarela Kembali Ke NKRI Terkait Kasus Alergi Makanan Kontingen, Panitia Pesparawi XIV Pastikan Sudah Ditangani Dengan Baik

PAPUA BARAT · 24 Feb 2025 16:07 WIT

Anggota DPR RI dan BGN Sosialisasikan MBG Di Manokwari


 Anggota DPR RI dan BGN Sosialisasikan MBG Di Manokwari Perbesar

MANOKWARI – Pemerintah melalui Komisi IX DPR RI dan Badan Gizi Nasional (BGN) gelar sosialisasi program Makan Bergizi Gratis untuk masyarakat Manokwari Senin (24/2/2025). Sosialisasi MBG merupakan salah satu langkah pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kegiatan sosialisasi prrogram MBG untuk mewujudkan generasi sehat Indonesia dilaksanakan di Caffe Molas, Manokwari Barat, Kab. Manokwari Papua Barat. Sosialisasi Makan Bergizi Gratis ini diikuti oleh 300-an peserta yang merupakan warga setempat.

Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional terus memperluas implementasi program Makan Bergizi Gratis. Program ini diharapkan dapat mendukung visi Indonesia Emas 2045 dengan menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan kuat.

Acara sosialisasi program MBG dihadiri oleh Anggota Komisi IX DPR RI Obet Rumbruren, dan Tenaga Ahli Deputi Sistem dan Tata Kelola BGN Alfa Riza dan tokoh masyarakat setempat.

“Program MBG merupakan inisiatif pemerintah pusat yang bertujuan untuk meningkatkan asupan gizi dan pengetahuan gizi masyarakat, khususnya anak-anak sekolah, ibu hamil, dan ibu menyusui,” tutur Obet Rumbruren dalam sosialisasi program MBG.

“Program ini juga bertujuan untuk meningkatkan perekonomian lokal dengan memanfaatkan bahan pangan lokal sebagai bahan baku makanan bergizi,” sambungnya.

Tujuan Utama Program MBG yakni meningkatkan asupan gizi dan pengetahuan gizi masyarakat, meningkatkan akses terhadap makanan bergizi, meningkatkan pola makan sehat, meningkatkan prestasi, partisipasi, dan kehadiran siswa di sekolah, meningkatkan perekonomian lokal dengan memanfaatkan bahan pangan local, bahkan dapat menciptakan lapangan kerja baru.

Program MBG akan dilaksanakan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur yang akan didirikan di berbagai daerah. Setiap SPPG akan melayani sekitar 3.000 anak sekolah, ditambah 10% ibu hamil, ibu menyusui, dan anak wanita di radius 0-6 kilometer.

“SPPG akan memanfaatkan bahan pangan lokal seperti ikan, nasi, umbi-umbian, ayam, telur, sayur-sayuran, dan buah-buahan.Program ini akan menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat lokal sebagai tenaga kerja di SPPG,” terang Obet.

Bukan hanya sekedar meningkatkan gizi saja, program MBG juga dapat meningkatkan kesehatan dan kecerdasan anak-anak, meningkatkan kesejahteraan petani, peternak, nelayan, dan pelaku UMKM lokal, mengurangi angka kemiskinan serta meningkatkan semangat anak-anak untuk pergi ke sekolah.

Adapun tantangan utama dalam menjalankan program MBG ini. Salah satunya yakni dengan memastikan ketersediaan bahan pangan yang cukup dan berkualitas, serta menjaga kualitas makanan agar tetap bergizi dan tidak basi.

“Solusi yang ditawarkan adalah dengan melibatkan masyarakat lokal dalam pengelolaan SPPG dan memastikan pengawasan yang ketat terhadap kualitas bahan pangan dan proses pengolahan makanan,” tambah Obet.

Meski begitu, program MBG diharapkan dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat, khususnya anak-anak, dan meningkatkan kualitas Sumber daya manusia di Indonesia.

“Masyarakat diharapkan dapat mendukung dan berpartisipasi aktif dalam program ini. Masyarakat tidak perlu ragu atau takut terhadap program ini, karena program ini merupakan berkat Tuhan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.” harapnya.

Badan Gizi Nasional (BGN) merupakan Lembaga Negara non-Kementerian yang berdedikasi untuk pemenuhan gizi nasional. BGN fokus dalam mendukung penuh program Makan Bergizi Nasional (MBG) untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Sebagai inforamsi, program MBG menargetkan 50 titik di Papua Barat, dengan 12 titik diusahakan terealisasi pada pertengahan tahun 2025. (rls)

Artikel ini telah dibaca 18 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Plt.Kakanwil Kemenag PB Apresiasi Tiga Event Keagamaan Berjalan Lancar, Bukti Kerukunan Umat Terjaga

13 Juli 2026 - 07:18 WIT

3 Tahun, 22 Guru SMA Kasuari Nusantara dan SMANKOR Tidak Terima Tunjangan & Tidak Naik Pangkat

10 Juli 2026 - 21:17 WIT

Beasiswa 1.950 Mahasiswa Asli Papua Program Papua Barat Cerdas Siap Disalurkan

10 Juli 2026 - 20:15 WIT

Gubernur Mandacan Gelar Rakor OPD Bahas Percepatan Realisasi Program 3PB

10 Juli 2026 - 19:09 WIT

Belanja Pegawai Pemprov Papua Barat Aman Dikisaran 30% Sesuai UU No.1 Tahun 2022

8 Juli 2026 - 03:56 WIT

Memimpin 2 Periode, Gubernur Dominggus Mandacan Dominggus Hasilkan 2.582 Honorer Jadi ASN Pemprov PB

7 Juli 2026 - 21:13 WIT

Trending di PAPUA BARAT