MANOKWARI – Mengantisipasi cuaca ekstrim dan kecelakaan maupun bencana alam, Basarnas Manokwari selalu siap siaga dalam kesiapan personil dan memperkuat armada yang dibutuhkan untuk mengantisipasi terjadinya bencana baik di darat, laut maupun di udara.
Kepala Kantor Pencairan dan Pertolongan Manokwari I Wayan Suyatna,S.H.,M.M mengatakan bahwa Basarnas Manokwari selalu melakukan kesiapsiagaan untuk mengantisipasi kecelakaan atau bencana yang berpotensi terjadi akibat cuaca ekstrim yang akhir-akhir ini terjadi di Papua Barat.
“Untuk antisipasi cuaca ektrim di wilayah Papua Barat, personil tetap disiapkan dan dilatih agar siap untuk pelaksanaan di bidang kecelakaan dan bencana”, ujarnya, Rabu (22/2/2023).
Tak hanya personil Basarnas, potensi SAR yang melibatkan TNI-Polri juga siap dalam pelatihan yang telah dilakukan bersama.
“Untuk pelibatan potensi SAR cukup banyak dari TNI-Polri sehingga dibutuhkan persamaan persepsi dalam pelaksanaan SAR. Pelatihan dalam memperkuat kesiapan untuk melaksanakan potensi SAR jika terjadi kecelakaan dan bencana, peran aktif potensi SAR sangat besar dibutuhkan”, kata Suyatna.
Saat ini potensi SAR yang dimiliki sebanyak 500 pesonil tersebar di seluruh wilayah Papua Barat. Bahkan terdapat unit siaga SAR yang dibentuk di Teluk Wondama dan Teluk Bintuni.
Dari data Basarnas kecelakaan paling banyak terjadi di laut, seperti kecelakaan kapal, nelayan yang hilang dan sebagainya.
Untuk itu, Kepala Basarnas selalu memberi imbauan dan edukasi kepada para nelayan agar memenuhi standart SOP di kapal dengan membawa pelampung, dan alat komunikasi juga memperhatikan kelayakan kapal saat aktifitas di laut. Sehingga akan meminimalisir kecelakaan yang terjadi di laut. (ACM_2)






















