MANOKWARI – Gelombang pasang air laut di sekitar Pantai Maripi naik hingga menutupi badan jalan raya sepanjang 300 meter, yang mengakibatkan talut penahan ombak jebol. Akibat meluapnya ombak tersebut, material yang terbawa berupa ranting-ranting pohon, batu kerikil dan pasir menumpuk hingga menutupi badan jalan dan mengganggu arus lalu lintas di sekitar Pantai Maripi.
Melihat situasi yang terjadi di wilayah binaannya, Babinsa Pos Ramil Manokwari Selatan Serma Eko Daryanto dan Serda Basroil mengajak masyarakat bergotong royong secara bersama-sama untuk menyingkirkan material tersebut, meski dengan mengunakan alat seadanya di pantai Maripi Kampung Maruni Distrik Manokwari Selatan, Manokwari, Papua Barat, Rabu (22/2/2023).
Saat dikonfirmasi, Danramil 1801/Manokwari Mayor Inf D. Mendrofa mengatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Kabid BPBD Manokwari terkait peristiwa terjadinya gelombang pasang air laut, untuk dilakukan koordinasi dengan pihak terkait dalam hal ini balai jalan nasional agar segera dilakukan penanganan atau perbaikan talud.

Mayor Inf D. Mendrofa menambahkan bahwa dirinya mengapresiasi apa yang dilakukan oleh anggotanya, dengan bergerak cepat mengatasi masalah yang terjadi serts mengajak masyarakat bahu membahu membersihkan jalan dari material yang menumpuk. Dengan demikian arus lalu lintas di sekitar Pantai Maripi bisa kembali normal, meski harus melalui jalur sebelah untuk sementara waktu.
“Saya berharap kepada Babinsa jajaran Koramil 1801-01/Manokwari yang ada di wilayah binaannya selalu mengantisipasi dengan cepat kejadian-kejadian yang mungkin terjadi mengingat cuaca saat ini cenderung hujan dan berangin kencang sehingga dapat segera diambil langkah penanggulangannya.” tutupnya. (ACM_2)






















