MANOKWARI – Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Manokwari peringati hari lingkungan hidup melalui Gerakan 10.000 tanaman obat berhasil menanam 1.000 pohon obat di Manokwari mendukung program BPOM se-Indonesia.
Penanaman Pohon Obata tau herbal ini diikuti oleh Seluruh Jajaran BPOM Manokwari bersama Pemda Manokwari, yang bertempat di halaman kantor BPOM Manokwari.
Dalam arahannya Kepala Balai POM Agustince Werimon yang dibacakan Kabid TU Mahendra Ayu menyampaikan, dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2023, diharapkan menjadi pengingat bahwa tindakan masyarakat terhadap kelestarian lingkungan sangat penting.

Untuk itu, Badan POM menyelenggarakan kegiatan Gerakan Menanam 10.000 Tanaman Obat Serentak Seluruh Indonesia.
“Badan POM Menargetkan menanam 10.000 Tanaman Obat dimana Setiap Balai Besar/Balai/Loka POM menanam tanaman obat dengan jumlah minimal 150 bibit pohon dengan tempat pelaksanaan dapat di lingkungan kantor UPT BPOM di Seluruh Indonesia”, jelasnya.
Di Manokwari sendiri, BPOM akan melakukan penanaman sebanyak 1.000 pohon obat yang ada di lingkungan kantor dan di Distrik Warmare.
“Balai POM di Manokwari sendiri, menargetkan menanam 1000 Tanaman Obat yang akan di tanam di lahan kantor Balai POM di Manokwari dan di Kampung persiapan Ingkibouw di Distrik Warmare”, ujarnya.

Kepala Bidang Pengendalian Pencenaran, Kerusakan Lingkungah hidup dan keanekaragaman Hayati, DLHP Manokwari Yohanes Ada Lebang memberi apresiasi kepada BPOM yang turut mendukung program dalam memperingati Hari Lingkungan Hidup melalui Gerakan Menanam 10.000 Tanaman Obat Serentak Seluruh Indonesia dengan Rekor MURI.
”Gerakan Menanam 10.000 Tanaman ini, secara langsung kita mengingatkan sekaligus mengajak orang untuk menyelamatkan kelestarian pohon yang ada di bumi. Semoga dengan adanya Gerakan Menanam 10.000 Tanaman ini menggugah hati kita semua untuk menjaga lingkungan kita dengan menanam pohon”, ujar Lebang. (ACM_2)






















