Menu

Mode Gelap
Alm. Nataniel Mandacan Salah Satu Putra Terbaik Arfak Yang Tumbuh Melalui Birokrasi Dr. Nataniel Mandacan Tutup Usia, Gubernur Didampingi Sang Istri Melayat Ke Rumah Duka 1.229 Tenaga Honorer Pemprov Papua Barat Akan Terima SK CPNS Senin 6 Juli 2026 37 Mantan Anggota OPM Kodap IV Sorong Secara Sukarela Kembali Ke NKRI Terkait Kasus Alergi Makanan Kontingen, Panitia Pesparawi XIV Pastikan Sudah Ditangani Dengan Baik

PAPUA BARAT · 28 Feb 2025 19:09 WIT

Cuaca Berawan Hilal Tak Telihat di Papua Barat


 Cuaca Berawan  Hilal Tak Telihat di Papua Barat Perbesar

MANOKWARI – Bidang Haji & Bimas Islam Kanwil Kemenag Papua Barat melaksanakan kegiatan Rukyatul Hilal untuk menentukan awal Ramadhan 1446 H di Distrik Masni, Manokwari, pada Jumat (28/2/2025). 

Kegiatan ini dihadiri oleh Kabid Haji & Bimas Islam Kanwil Kemenag Papua Barat, Ketua Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Papua Barat, Ketua Pengadilan Agama (PA) Manokwari, Pimpinan Ormas Islam, serta Kepala Kanwil Kemenag Papua Barat, Luksen Jems Mayor.

Dalam acara tersebut, Luksen Jems Mayor, Kakanwil Kemenag Papua Barat, menyampaikan bahwa pemantauan rukyat untuk menentukan awal Ramadan di Pantai Masni terhambat oleh kondisi cuaca yang berawan. Akibatnya, pengamatan terhadap hilal atau bulan baru tidak dapat dilakukan secara optimal. 

” Dengan kondisi cuaca saat ini di Pantai Masni, dapat dipastikan bahwa hilal atau bulan baru tidak dapat terlihat,” ujar Luksen Jems Mayor.

Meski demikian, Luksen mengingatkan pentingnya menjaga persatuan di antara umat Islam dalam menjalankan ibadah Ramadan. Ia juga menyebutkan bahwa meskipun terdapat perbedaan metode antara ormas-ormas Islam, seperti Muhammadiyah yang menggunakan metode hisab, harapannya adalah agar semua pihak dapat melaksanakan Ramadan dengan baik.

“Perbedaan metode dalam penentuan awal Ramadan oleh beberapa ormas hendaknya tidak mengurangi semangat persatuan dalam menjalankan ibadah umat Islam,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Pengadilan Agama Manokwari, Muhammad Syauki, menjelaskan bahwa berdasarkan kriteria Mabims yang digunakan oleh pemerintah Indonesia, ketinggian hilal harus mencapai minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat. Kedua kriteria ini harus terpenuhi secara kumulatif. 

Di wilayah Manokwari, ketinggian hilal pada hari ini tercatat sekitar 3 derajat, namun sudut elongasinya hanya sekitar 5,3 derajat, sehingga kriteria elongasi belum terpenuhi.

Kondisi serupa juga terjadi hampir di seluruh wilayah Papua dan sebagian besar wilayah tengah hingga timur Indonesia, yang memiliki ketinggian dan sudut hilal yang hampir sama.

Oleh karena itu, meskipun hilal tidak terlihat, hasil pemantauan ini akan tetap di laporkan untuk selanjutnya menjadi bahan pertimbangan dalam Sidang Itsbat yang di selenggarakan oleh Kementerian Agama RI di Jakarta. (rls)

Artikel ini telah dibaca 38 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Plt.Kakanwil Kemenag PB Apresiasi Tiga Event Keagamaan Berjalan Lancar, Bukti Kerukunan Umat Terjaga

13 Juli 2026 - 07:18 WIT

3 Tahun, 22 Guru SMA Kasuari Nusantara dan SMANKOR Tidak Terima Tunjangan & Tidak Naik Pangkat

10 Juli 2026 - 21:17 WIT

Beasiswa 1.950 Mahasiswa Asli Papua Program Papua Barat Cerdas Siap Disalurkan

10 Juli 2026 - 20:15 WIT

Gubernur Mandacan Gelar Rakor OPD Bahas Percepatan Realisasi Program 3PB

10 Juli 2026 - 19:09 WIT

Belanja Pegawai Pemprov Papua Barat Aman Dikisaran 30% Sesuai UU No.1 Tahun 2022

8 Juli 2026 - 03:56 WIT

Memimpin 2 Periode, Gubernur Dominggus Mandacan Dominggus Hasilkan 2.582 Honorer Jadi ASN Pemprov PB

7 Juli 2026 - 21:13 WIT

Trending di PAPUA BARAT