MANOKWARI – Realisasi pencairan dana desa tahun 2022 sudah mencapai 98% bagi 163 kampung di Manokwari. Dari 163 kampung tersebut terdapat satu kampung yang tidak mendapat dana desa dikarenakan tidak memenuhi administrasi.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Pemberdayan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Kabupaten Manokwari Jeffry Sahuburua, yang ditemui di kantornya, Kamis (1/12/2022). Dirinya mengatakan bahwa dana desa tahun 2022 sudah 98% pencairan dari Rekening Kas Umum Negara (RKUN) ke Rekening Kas Desa.
” Dana desa tahun 2022 sudah pencairan dari RKUN kepada rekening kampung dan sudah 98% terealisasi. Beberapa kampung juga sudah ada yang melakukan pencairan hingga tahap 3”, ungkapnya.
Sementara, salah satu kampung yang menghambat capaian realisasi Dana Desa tidak mencapai 100% yaitu Kampung Musabogoid dimana kampung yang sebelumnya terletak di Distrik Tanah Rubuh tersebut dipindahkan di Distrik Manokwari Barat.
“Kampung itu sejak tahun 2018 pindah ke Distrik Manokwari Barat sehingga untuk dana desa dihentikan dulu, menunggu perda yang menyatakan kampung tersebut sudah pindah di tempat baru, agar dana desa dapat dicairkan di tahun mendatang”, jelasnya.
Lanjut kata Jeffry, di <span;>tahun 2023 dana desa dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) akan di atur dalam Peraturan Menteri Desa (Permendes).
“Prioritas dana desa tahun 2023 mengikuti Permendes dalam mengatur BLT kepada kampung, namun masih menunggu peraturan menteri keuangan, akan dilakukan sosialisasi untuk prioritas penggunakan dana desa”, jelas Jeffry.
Selain itu, di tahun 2023 akan berbeda dari tahun ini, dimana sebelumnya untuk BLT dipotong dari dana desa sebesar 40%, dan nantinya akan di prioritaskan bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
“ Untuk 2023 dana desa diprioritaskan untuk masyarakat kurang mampu,” pungkasnya. (ACM_2)






















