MANOKWARI – PT Jasa Raharja Cabang Manokwari menggelar Rapat Koordinasi Forum Komunikasi Lalu Lintas (FKLL) Wilayah Manokwari guna membahas Persiapan Operasi Zebra Mansinam 2025, Rabu (19/11/2025).
Kegiatan yang dibuka oleh Wakapolda Papua Barat ini turut dihadiri Kepala PT Jasa Raharja Cabang Manokwari Aulia Redha Martha Husaini S.ST.,MAP., Dirlantas Polda Papua Barat, Andre J.W. Manuputty, SIK didampingi Kasat Lantas Polresta Manokwari dan Kepala UPTD Samsat Manokwari.
Pada kesempatan tersebut, Kepala Kantor Jasa Raharja Cabang Manokwari, Aulia Redha Martha Husaini menyampaikan bahwa sampai dengan 15 November 2025 terdapat peningkatan jumlah pembayaran santunan dibanding periode yang sama dengan tahun lalu. Tahun lalu pembayaran santunan adalah sebesar Rp.7.921.499.224 sedangkan di tahun ini ada pembayaran santunan adalah sebesar Rp. 9.624.066.833.
” Pembayaran santunan di tahun ini mengalami peningkatan lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya,”ujar Aulia.

Terkait meningkatnya jumlah kasus Meninggal Dunia dan tingkat fatalitas di Wilayah Kabupaten Manokwari, Jasa Raharja menggandeng pihak Kepolisian untuk melaksanakan kegiatan pembagian P3Kit di titik rawan kecelakaan. Titik rawan laka akan dimulai dari Kec. Manokwari Barat terlebih dahulu sebagai titik yang paling banyak terjadi kasus laka.
Pihaknya juga berencana akan melaksanakan sosialisasi di Kantor Kecamatan Manokwari Barat dengan mengundang Camat/Kepala Distrik, Lurah, Kepala Desa guna sosialisasi terkait kepatuhan berlalu lintas.
“ Sebagaimana diketahui bahwa masih rendahnya kesadaran keselamatan berlalu lintas menjadi tanggung jawab bukan hanya Kepolisian, Jasa Raharja, ataupun Dinas Perhubungan tetapi menjadi tanggung jawab semua pihak,” imbuhnya.
Selain itu, Jasa Raharja juga akan melaksanakan giat rutin sms blast di titik rawan kecelakaan, sebagai pengingat bagi pengendara agar selalu senantiasa berhati-hati di perjalanan.
Sementara itu, Dirlantas Polda Papua Barat Andre J.W. Manuputty mengatakan pihaknya telah menyiapkan data black spot dan data rekapitulasi pelanggaran lalu lintas.Dimana berdasarkan hasil analisis data laka lantas, bahwa 70% kecelakaan terjadi karena faktor manusia.

Dirlantas juga menambahkan bahwa akan dilaksanakan Operasi Zebra Mansinam dari tanggal 17 November 2025 sampai dengan 30 November 2025, sehingga pihaknya bukan saja akan melakukan sosialisasi dan edukasi terkait keselamatan berlalu lintas, namun akan melakukan tindakan tegas dalam operasi mengingat kecelakaan lalu lintas diawali dari pelanggaran lalu lintas.
Melalui FKLL, Jasa Raharja bersama Ditlantas Polda Papua Barat dan juga stake holder terkait terus berkomitmen melaksanakan kolaborasi kegiatan sebagai upaya pencegahan kecelakaan. (rls)






















