MANOKWARI – Beredarnya pesan berantai di media sosial yang berisikan rencana aksi pemalangan dan protes sebut anggota Polisi menganiaya pelaku, buntut dari penikaman warga dan penganiayaan anggota Polisi di Jalan Pahlawan, Sabtu (8/7/2023) lalu, langsung ditepis Kapolresta Manokwari Kombes Pol. Rivadin Benny Simangunsong dalam press conferencenya, Minggu (9/7/2023). Kapolresta mengimbau agar msyarakat tidak termakan berita hoax.
“Banyak di media sosial dikatakan kami melakukan penganiayaan, itu tidak benar, tidak pernah kami melakukan penganiayaan kalau sudah dibawa ke kantor. Kami aparat ada ketentuan yang mengatur kami untuk bertindak professional”, ujar Kapolresta.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak membuat opini atau menyebarkan isu tidak bertanggungjawab melalui media sosial. Sebab, dirinya meyakini Manokwari merupakan kota yang damai.
“Kami mengimbau masyaakat, stop memberi stateman yang tidak benar bahwasanya kami memihak salah satu kelompok yang bertikai”, tuturnya.
“Mari sama-sama kita netralisir keadaan, percayalan kami tidak akan melakukan perbuatan yang diluar ketentuan hukum dalam pelaksanaan keamanan”, tambah RB.
Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak dinginkan, aparat kepolisian tetap siaga menjaga sejumlah titik yang dianggap berpotensi rawan konflik.
“Kami siaga karena maraknya isu penyerangan yang beredar. Kami siapkan dua SSK dibackup Polda dan dua SST Brimob. Perkembangannya masih terpantau kondusif hingga kini,” tandas Simangunsong. (ACM_2)






















