MANOKWARI – Peletakan batu pertama guna pembangunan rumah hunian bagi korban kebakaran di Borobudur, dilakukan oleh Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan bersama Bupati Manokwari Hermus Indou, Jumat ( 18/3/2022). Lokasi pembangunan hunian ini berada di Kampung Wamesa Distrik Manokwari Selatan, Kabupaten Manokwari.
Diketahui, Pemerintah Provinsi Papua Barat dan Kabupaten Manokwari berkolaborasi dalam membangun rumah hunian tetap dan fasilitas umum bagi korban bencana kebakaran Borobudur.

Dalam sambutannya, Bupati Manokwari Hermus Indou menyampaikan bencana kebakaran sudah ketiga kalinya terjadi di kawasan Borobudur kelurahan Padarni. Pemerintah daerah memiliki konsep besar untuk menata kawasan Kabupaten Manokwari, dimana salah satu permasalahan akibat padatnya pemukiman yang tidak bisa di tata baik.
“Hikmah dari kejadian itu membuat Pemda harus menata kawasan tersebut lebih baik. Kita juga merencanakan untuk menyediakan kawasan yang tetap bagi masyarakat. Saya berharap agar masyarakat mau ditertibkan dan tidak membangun ulang pemukiman di tempat yang sama,” ujarnya.
Ditambahkan Hermus, hunian yang akan dibangun sebanyak 261 unit diatas lahan seluas 6 hektar, sepenuhnya menjadi tanggung jawab Pemda untuk pembebasan lahan tanah. Kolaborasi juga diharapkan dari pemerintah provinsi Papua Barat untuk pembangunan hunian bagi masyarakat. Pemda Manokwari juga akan mengatur penataan pemukiman di kawasan Andai.
“Kami juga mengusulkan agar akses jalan yang melewati pantai dapat dibuat untuk mempermudah akses masyarakat,” tambahnya.

Meletakkan batu pertama pembangunan rumah hunian, Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan menyampaikan bahwa setiap tahun Pemerintah Provinsi Papua Barat menganggarkan dana yang tak terduga untuk membantu korban bencana. Kebakaran Borobudur ini masuk dalam tanggap darurat, sehingga Pemprov dapat membantu, dari dana tersebut. Dominggus juga berharap agar masyarakat tidak kembali membangun di tempat yang sama.
“Diharapkan kali ini masyarakat tidak kembali lagi ke tempat sebelumnya. Tempat ini sudah strategis untuk masyarakat dikarenakan dekat dengan pantai, dimana masyarakat banyak yang berprofesi sebagai nelayan.”pintanya.
Sebelumnya, kebakaran kembali terjadi di kawasan Borobudur kelurahan Padarni, 30 November 2021. Dari kebakaran tersebut, jumlah penyintas sebanyak 437 Kepala Keluarga (KK) di tambah dengan 50 KK yang ada disekitar pantai Kampung Wamesa, dengan 169 KK yang berprofesi sebagai nelayan, 268 KK yang non-nelayan dengan jumlah jiwa sebanyak 1774. (ACM_2)






















