Menu

Mode Gelap
Kapolda Papua Barat Imbau Masyarakat Jaga Kamtibmas di Manokwari 2 Terduga Pelaku Curat Pkm Sanggeng Diringkus Tim Tekab Polresta Manokwari Polres Pegaf Kerahkan Personil Gabungan Bantu Pencarian Korban Longsor Catubouw Longsor di Catubow, 1 Orang MD dan Belasan Orang Masih Dalam Pencarian Hari Pertama Pencarian Iptu Tomi Marbun Sempat Terkendala Cuaca

MANOKWARI · 25 Apr 2022 21:40 WIT

Manokwari Sumbang 56% Kasus Malaria, Kader Kesehatan Diminta Tingkatkan Edukasi Masyarakat


 Manokwari Sumbang  56% Kasus Malaria, Kader Kesehatan Diminta Tingkatkan Edukasi Masyarakat Perbesar

MANOKWARI – Dari 7.628 kasus malaria di Papua Barat tahun 2021, Kabupaten Manokwari merupakan yang paling banyak memberikan kontribusi sebanyak 4.169 (56%) kasus. Bupati Manokwari Hermus Indou menyampaikan pemerintah harus lebih maksimal dalam upaya eliminasi malaria di Manokwari.

“Upaya Pemerintah bersama masyarakat walaupun kita sudah berupaya untuk memerangi kasus malaria di Manokwari tetapi hasilnya belum maksimal. Pemerintah Manokwari berkomitmen untuk memperbaiki pelayanan kesehatan di Manokwari, Kualitas Pelayanan dalam upaya mengeliminasi kasus Malaria di Manokwari”, ujarnya usai launching Gerakan Percepatan Malaria (Gemari), Senin (25/4/2022).

Peringatan Hari Malaria Sedunia (HMS) sekaligus mencanangkan Gerakan Percepatan Eliminasi Malaria (GEMARI) di Manokwari sebagai komitmen pemerintah daerah Manokwari, bahwasanya Eliminasi menjadi sangat penting. Pemerintah Manokwari juga akan membuat strategi dalam penurunan angka malaria.

“Strategi pokok yang akan di lakukan kedepannya yaitu dengan memperkuat regulasi yang sudah kita kelurkan. Kelembagaan kita pastikan Dinas Kesehatan sebagai organisasi induk untuk penanganan masalah malaria di Manokwari bisa maksimal, bersama unit-unit layanan yang ada di tingkat lapangan harus di perkuat, begitu pula dengan sumber daya manusia”, tambahnya.

Dalam upayanya, Hermus menyebutkan bahwa pentingnya fasilitas dan SDM dapat mendukung Gerakan ini. Dirinya berharap malaria dapat menjadi muatan lokal di kurikulum sekolah agar siswa siswi mengenal dan mengetahui tentang penularan malaria.

“Kita pastikan soal fasilitas pelayanan kesehatan dan penyediaan obat secara berkala untuk memberikan pelayanan kesehatan berkualitas kepada masyarakat, menjadi hal yang penting. Edukasi kepada masyarakat bisa dilakukan langsung kepada masyarakat melalui kader kesehatan maupun di persekolahan.” (ACM_2)

Artikel ini telah dibaca 101 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Kisah Dua Sosok Guru Lintas Iman, Lintas Suku : Merawat Persatuan di SMTKN Pelita Sambab

2 Mei 2026 - 14:07 WIT

Lepas Pawai Hardiknas, Gubernur Dominggus Ajak Insan Pendidikan Tingkatkan Kreativitas

29 April 2026 - 19:04 WIT

Terpesona Keindahan Pulau Mansinam, Kapal Pesiar MH Minerva Kembali Berkunjung

24 April 2026 - 20:11 WIT

Kapal Pesiar MH Minerva-Swan Hellenic Kunjungi Pulau Mansinam

20 April 2026 - 13:45 WIT

Bantuan Pangan Untuk 54.763 PBP Disalurkan Bulan April

27 Maret 2026 - 21:21 WIT

Bulog Manokwari Pastikan Stok Beras Aman Hingga Akhir Tahun 2026

27 Maret 2026 - 20:23 WIT

Trending di MANOKWARI