Menu

Mode Gelap
Vonis Seumur Hidup untuk Yahya Himawan, JPU Masih Pertimbangkan Banding Kabiddokkes Polda PB : Hasil Otopsi Yanto Idorway Butuh Waktu karena Sampel Diuji di Lab Forensik di Luar Manokwari Dua Hari Menunggu, Otopsi Yanto Idorway Akhirnya Digelar di RS Bhayangkara Polda Papua Barat Kapolres Pegaf: Jenazah Yanto Ditemukan Terjepit di Celah Batu, Polisi Minta Otopsi Ungkap Penyebab Kematian Ribuan Warga Padati Kamar Jenazah RSUD Manokwari, Menanti Hasil Otopsi Yanto Idorway

MANOKWARI · 24 Agu 2026 05:48 WIT

Musim Kemarau Diperkirakan hingga Oktober, Wabup Manokwari Ingatkan Warga Waspada Karhutla


 Musim Kemarau Diperkirakan hingga Oktober, Wabup Manokwari Ingatkan Warga Waspada Karhutla Perbesar

MANOKWARI, acemo.co.id – Wakil Bupati Manokwari H. Mugiyono mengingatkan masyarakat dan seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Manokwari untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyusul musim kemarau yang diperkirakan masih berlangsung hingga Oktober 2026.

Hal tersebut disampaikan Mugiyono saat memberikan arahan pada apel gabungan Pemerintah Kabupaten Manokwari, Senin (24/8/2026).

Menurut Mugiyono, berdasarkan perkiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi musim panas masih akan berlangsung dalam beberapa waktu ke depan. Dengan demikian, masyarakat diminta tidak menganggap hujan yang turun sesekali sebagai tanda bahwa musim kemarau telah berakhir.

“Karena sesuai dengan perkiraan BMKG, tahun ini musim panasnya sampai bulan Oktober. Sekarang baru tanggal 24 Agustus. Masih ada September satu bulan penuh, kemudian Oktober belum tahu sampai akhir atau tidak. Setidaknya masih ada sekitar dua bulan lagi,” ujar Mugiyono.

Ia menjelaskan, hujan yang turun dalam waktu singkat dan tidak rutin belum dapat menjadi indikator bahwa kondisi kemarau telah berakhir. Karena itu, kewaspadaan terhadap potensi kebakaran harus tetap dijaga.

“Turun hujan yang sebentar-sebentar itu belum termasuk hujan yang rutin seperti dulu. Oleh sebab itu, karena musim panas masih panjang, diperlukan kerja sama dan kesungguhan kita dalam menjaga lingkungan,” katanya.

Mugiyono mengingatkan agar masyarakat tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, khususnya pembakaran yang dilakukan di lahan terbuka. Menurutnya, kondisi cuaca yang panas dan kering dapat membuat api dengan cepat menjalar dan meluas.

Ia mencontohkan kejadian kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di sejumlah wilayah Papua. Salah satunya di Manokwari Selatan dan Nabire yang dilaporkan mengalami kebakaran dengan cakupan cukup luas.

“Kita tidak ingin kejadian-kejadian seperti yang terjadi di Manokwari Selatan sampai terjadi di sini. Di Nabire juga terjadi kebakaran, bahkan informasinya cukup luas,” ungkapnya.

Mugiyono menilai faktor manusia kerap menjadi salah satu pemicu kebakaran, baik akibat kesengajaan maupun kelalaian. Karena itu, masyarakat diminta lebih berhati-hati dalam melakukan aktivitas yang berhubungan dengan api selama musim kemarau.

“Kita tidak ingin mencari siapa yang salah. Biasanya yang menyebabkan juga manusia, entah sengaja ataupun tidak sengaja. Di saat panas cukup terik dan panjang, api yang awalnya kecil bisa menyulut dan menjadi lebih luas,” jelasnya.

Untuk mengantisipasi potensi karhutla, Mugiyono menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Papua Barat dan Pemerintah Kabupaten Manokwari telah mengeluarkan surat edaran sebagai langkah pencegahan.

Ia berharap surat edaran tersebut dapat dipatuhi dan ditindaklanjuti oleh seluruh pihak, termasuk masyarakat, sehingga potensi kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau dapat diminimalkan.

“Kita harus bersama-sama menjaga lingkungan. Jangan sampai aktivitas yang sebenarnya bisa kita cegah justru menimbulkan kebakaran yang lebih besar,” pungkasnya. (Mega)

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Sekjen PP IBCA MMA Dorong Atlet Papua Barat Tembus Panggung Internasional

25 Agustus 2026 - 05:55 WIT

Pangdam XVIII/Kasuari Imbau Warga Waspadai Titik Api di Tengah Cuaca Kering

24 Agustus 2026 - 15:59 WIT

98 Jembatan Rampung Dibangun, Kodam XVIII/Kasuari Percepat Pembukaan Akses Wilayah Terisolasi

24 Agustus 2026 - 15:53 WIT

Hadapi Kekurangan Air, Wabup Manokwari Siapkan Langkah Antisipasi dan Minta Warga Berhemat

24 Agustus 2026 - 14:52 WIT

Pemkab Manokwari Galang Dana untuk Korban Gempa NTT.

24 Agustus 2026 - 10:49 WIT

Kodim 1801/Manokwari Salurkan Bantuan Air Bersih bagi Warga Huntara Susweni

24 Agustus 2026 - 04:47 WIT

Trending di MANOKWARI