MANOKWARI, acemo.co.id — Panglima Kodam XVIII/Kasuari Mayjen TNI Christian Kurnianto Tehuteru mengimbau masyarakat di Papua Barat dan Papua Barat Daya untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah kondisi cuaca kering dan angin yang cukup kencang.
Pangdam menyampaikan, sejumlah titik kebakaran yang sebelumnya terjadi, termasuk di wilayah Fakfak, telah berhasil diatasi. Namun, pihaknya tetap mewaspadai kemungkinan munculnya titik api baru yang dapat meluas apabila tidak segera ditangani.
“Memang sudah teratasi, tetapi kita takut muncul titik-titik api baru,” ujar Christian saat memberikan keterangan, Senin (24/8/2026).
Menurutnya, kondisi kekeringan yang terjadi saat ini ditambah dengan tiupan angin yang cukup kencang dapat mempercepat penyebaran api. Karena itu, masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, seperti membuang puntung rokok sembarangan maupun membuka lahan dengan cara membakar tanpa pengawasan.
Christian juga mengapresiasi dukungan pemerintah dalam penyediaan kendaraan pemadam kebakaran yang telah didistribusikan ke sejumlah wilayah di Papua Barat dan Papua Barat Daya.
Menurutnya, keberadaan mobil pemadam kebakaran tersebut sangat membantu satuan-satuan TNI di wilayah, baik di tingkat Kodim maupun batalyon, dalam melakukan penanganan kebakaran. Kendaraan tersebut juga dapat digunakan untuk memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait.
“Kita harapkan yang paling dibutuhkan adalah kesadaran masyarakat untuk waspada. Jangan sampai tindakan-tindakan kecil, seperti membuang puntung rokok sembarangan atau membuka lahan dengan cara membakar yang tidak terawasi, justru menjadi pemicu api semakin besar dan meluas,” katanya.
Pangdam menegaskan, penanganan karhutla tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh masyarakat. Ia meminta warga segera melaporkan apabila menemukan titik api sekecil apa pun agar dapat ditangani sebelum meluas.
“Apabila ada titik-titik api yang muncul, segera dilaporkan kepada pihak yang ada di bawah, baik kepolisian, TNI, pemadam kebakaran maupun pemerintah daerah, sehingga kita bisa cepat mengatasinya sebelum meluas,” tegasnya.
Christian menambahkan, Kodam XVIII/Kasuari telah menginstruksikan satuan-satuan TNI di wilayah untuk turut membantu pemerintah daerah dalam menghadapi berbagai potensi bencana, termasuk kebakaran hutan dan lahan.
Dengan kondisi geografis Papua Barat dan Papua Barat Daya yang memiliki wilayah luas, menurutnya, penanganan kebakaran membutuhkan kesiapsiagaan hingga tingkat kabupaten. Satuan TNI yang berada di daerah diminta mengambil langkah cepat dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta instansi terkait apabila terjadi kebakaran.
Pangdam berharap kesadaran masyarakat menjadi kunci utama dalam mencegah terjadinya kebakaran, khususnya selama kondisi kering masih berlangsung. Pencegahan dinilai jauh lebih efektif dibandingkan penanganan ketika api sudah meluas.
“Yang paling penting adalah kewaspadaan dan kesadaran masyarakat. Jangan sampai api yang awalnya kecil kemudian membesar karena kondisi kering dan angin,” pungkasnya. (Mega)






















