MANOKWARI – Pemerintah Kabupaten Manokwari memulai pembangunan salah satu proyek pembangunan strategisnya dengan peletakan batu pertama penataan kawasan Ruang Terbuka Publik (RTP) Borarsi dengan luas lahan 24.940 m², Luas Bangunan 4.903,71 m², Selasa (12/9/2023).
Dimulainya proyek ruang terbuka publik Borasi ditandai dengan peletakan batu pertama oleh pejabat Gubernur Papua Barat, Bupati Manokwari Kepala Kejaksaan tinggi Papua Barat Kepala Balai prasarana pemukiman wilayah Provinsi Papua Barat , beserta seluruh Pimpinan Forkopimda dan OPD di lingkup Provinsi maupun Pemda Manokwari.
Pj. Gubernur Papua Barat Komjen Pol.(purn) Paulus Waterpauw menyampaikan dukungannya untuk proyek strategis pembangunan di Kabupaten Manokwari yang merupakan upaya dari Bupati Manokwari mengembangkan Ibukota Provinsi Papua Barat.
“Satu demi satu proyek strategis sudah mulai dibangun, mulai dari pasar sanggeng dan sekarang kawasan publik Borarsi, lalu nanti ada gedung konvensi Youth Creatif Hub yang sudah dalam tahap perencanaan”, ujarnya.

Waterpauw menuturkan bahwa kebijakan pemerintah pusat sangat luar biasa untuk Papua sehingga harus dimanfaatkan dengan baik dan di operasikan untuk di lakukan pembangunan. Dalam pekerjaan konstruksi nantinya diharapkan juga memakai tenaga dari anak asli Papua.
“Saya juga menyampaikan kepada kontraktor untuk menggunakan potensi atau tenaga dari anak Papua walaupun tidak semua tetapi ada campur tangan dari anak Papua untuk didayagunakan dalam pembangunan ini”, imbuhnya.
Bupati Manokwari Hermus Indou mengatakan peletakan batu pertama dalam program pembangunan RTP Borarsi merupakan upaya dari Pemda Manokwari juga Pemprov Papua Barat untuk membangun Kabupaten Manokwari sebagai pusat peradaban di tanah Papua juga ibukota provinsi Papua Barat.
“Manokwari juga merupakan miniatur ibukota negara juga etalase Provinsi Papua Barat dimana orang mau melihat Provinsi Papua Barat harus bercermin dari kabupaten Manokwari”, ungkapnya.

Bupati Manokwari juga menyampaikan bahwa ini adalah jawaban dari janji politiknya dan saat ini sudah dibuktikan kepada masyarakat Manokwari dengan dimulainya pembangunan RTP borasi.
“Ini juga menjawab keraguan masyarakat mengenai pembangunan di Borasi, Pasar Sanggeng yang merupakan janji politik kami juga di 2021 lalu. Kami ingin membuktikan apa yang kami janjikan kepada rakyat kami tidak berbohong. Kami dapat wujudkan”, pungkasnya.
“Kita berharap kualitas dari bangunan ini benar-benar bisa kelihatan dengan baik dan dinikmati oleh masyarakat Manokwari”, Harap Hermus.
Kepala Kejaksaan tinggi Papua Barat Harli Siregar menyampaikan bahwa kewenangan Kejaksaan yaitu dalam melakukan pendampingan untuk pelaksanaan proyek agar tepat waktu, tepat sasaran dan tepat dalam penggunaan anggaran.
“Sesuai dengan kewenangan Kejaksaan proyek ini merupakan proyek strategis nasional, di mana kami akan melakukan pendampingan untuk pelaksanaan proyek ini dilihat dari kualitas dan kuantitas”, katanya.
“Kami sangat mengharapkan dukungan masyarakat untuk memberikan kenyamanan dalam pembangunan ini, memberi support di mana jika pembangunan terganggu waktu pencapaian target penyelesaian juga akan terganggu”, harap Kajati.

Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Provinsi Papua Barat Marsudi menyampaikan penataan Kawasan Arena Publik Manokwari mendapat Kunjungan Kerja ke Lokasi oleh Kasubdit Wilayah II Direktorat Bina Penataan Bangunan pada tanggal 24 Agustus 2022, dan Direktur Jenderal Cipta Karya pada tanggal 14-15 Juli 2023, dan telah melewati Pembahasan bersama Tim Teknis terkait hingga draft final dapat dilaksanakan pelelangan.
Lapangan borarsi berada di kawasan strategis provinsi, yaitu kawasan perdagangan, perkantoran, kemiliteran, pendidikan, dan permukiman penduduk.
“Pelaksanaan Pekerjaan Penataan Kawasan Arena Publik Borarsi Manokwari ini memiliki, luas Lahan 24.940 m², Luas Bangunan 4.903,71 m², Waktu Pelaksanaan 11 Bulan (Agustus 2023 s/d Agustus 2024)”, jelasnya.
Adapun anggaran untuk pembangunannya untuk Biaya Pelaksanaan Rp. 67.627.764.000 dan Biaya Manajemen Konstruksi Rp. 2.026.776.750.
Lingkup pekerjaan meliputi Gedung Utama, Lapangan Basket, Panggung Utama, Lapangan Gateball, Lapangan Serbaguna, Play Ground, Tribun Sayap, dan Parkir Area. (ACM_2)






















