MANOKWARI – Pemerintah Kabupaten Manokwari dinilai belum maksimal dalam memberikan pelayanan saat terjadi kebakaran, sehingga diharapkan bisa meningkatkan sarana dan prasarana pemadam kebarakan.
Hal itu diutarakan, Kepala Ombudsman RI Perwakilan Papua Barat Musa Yosep Sombuk di Kantor Bupati Manokwari, Jumat(4/3/2022).
Dikatakan Musa, Manokwari sering terjadi kebakaran dan terakhir terjadi di Pasar Borobudur. Kejadian tersebut menyebabkan dana yang keluar cukup besar untu penanggulanganya. ” Disamping itu kesiapan daerah tidak memenuhi standart untuk pelayanan publik” ujar Musa.
Lebih lanjut kata Musa, perencanaan, pengawasan, koordinasi dan sarana prasarana yang belum memadai menjadi hal yang perlu diperhatikan oleh Pemkab Manokwari. Dari studi yang dijalani, sarana prasarana pemadam kebakaran di Manokwari sudah tidak berfungsi, baik mobil hingga stasiun yang sudah tidak digunakan. Jadi ketika terjadi kebakaran pelayanan Pemda tidak dapat digunakan dengan maksimal.
“Kami menyarankan untuk fasilitas pemadam kebakaran dipenuhi dan membentuk unit baru dalam bidang ketahanan dan keselamatan di Manokwari. Pemda juga dapat membuat koordinasi dengan pihak yang memiliki potensi seperti Basarnas, Pihak Pelabuhan, BPBD dan Kepolisian yang memiliki SDM dalam pelaksanaan Pelayanan Publik di pemadam kebakaran.”tambahnya.
Sementara iti, Bupati Manokwari Hermus Indou menjelaskan sarana dan prasarana seperti yang disampaikan Ombudsman akan ditingkatkan guna mengantiipasi kejadian yang sudah terjadi dan meningkatkan penyelenggaraan pembangunan kepada masyarakat di daerah.
“Pemadam kebakaran menjadi catatan bagi Pemda untuk kemudian tidak boleh terlewatkan dalam proses perencanaan dam pengangaran. Hal itu dipastikan tersedia untuk mengantisipasi semua pelayanan dan diharapkan dapat terwujud dalam penyelengaraan pembangunan daerah”pungkasnya. (ACM_2)






















