MANOKWARI – Puluhan massa yang tergabung dalam BEM dan Komunitas Mahasiswa Di Manokwari melakukan aksi demo damai di kantor DPR Papua Barat, Jumat (12/5/2023).
Aksi yang tergabung dari organisasi mahasiswa KOHATI, BEM STIH, BEM STIH CARITAS, BEM STKIP, DPD GMNI STKIP, HMI Komisariat STIE STKI, mendatangi kantor DPRD Provinsi Papua Barat sekitar pukul 12.00 Wit, untuk menyampaikan aspirasinya kepada anggota Dewan.
Mereka menuntut agar DPR segera mengeluarkan Perda Pendidikan Gratis, Menaikan Upah Guru (PNS dan Honorer) dan melakukan pemerataan jumlah Guru di Papua Barat.

“Sudah dua kali kami menyampaikan aspirasi ini, namun tidak ada tanggapan dari anggota Dewan. Komisi V berjanji akan melakukan audiensi bersama mahasiswa, namun belum juga hingga saat ini”, tuntut Koordinator Aksi, Erson Korwa.
Dari aspirasi tertulis berisikan agar anggota DPR memperhatikan masalah pendidikan yang ada di Provisi Papua Barat agar dilihat dan ditanggapi serta ditindak lanjuti secara baik dan bijaksana oleh Pemerintah menginggat UUD 1945 Pasal 31 ayat 1 dan 4 menyatakan “Setiap Warga Negara Berhak Mendapat Pendidikan” dan Memprioritaskan Anggaran Pendidikan sekurang-kurangnya 20 % dari anggaran Pendapatan Negara dan Belanja Negara serta dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah untuk memenuhi kebutuhan Penyelenggaraan Pendidikan Nasional.”
Aksi di depan kantor DPR Provinsi Papua Barat tersebut diterima oleh Sekretaris Dewan (Sekwan) Frenky Muguri. Dirinya menyampaikan bahwa keinginan mahasiswa untuk bertemu anggota dewan sudah disampaikan kepada pimpinan dewan, namun dikarenakan sebagai besar anggota DPR melakukan pendaftaran ke KPU sehingga tidak ada yang berada di kantor.

“Aspirasi sudah saya sampaikan ke pimpinan, diberitahukan akan dijadwalkan untuk audiens bersama mahasiswa. Namun hari ini banyak yang daftar ke KPU”, jelas Sekwan.
Hingga pukul 1 siang, mahasiswa melanjutkan aksinya dengan membakar ban di depan gedung DPR. Aksi dari mahasiswa ini turut dijaga oleh Anggota kepolisian dari Polda Papua Barat dan Polresta Manokwari. Tak lama massa pun membubarkan setelah diberitahu untuk menunggu jadwal audiens yang dijanjikan kepada mereka. (ACM_2)






















