MANOKWARI – Bupati Manokwari Hermus Indou, SIP mengingatkan pihak sekolah SD dan SMP untuk mengantisipasi peredaran Napza, Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif. Ia menduga peredaran Napza sudah masuk hingga kalangan pelajar.
“Ini harus diperhatikan, pihak sekolah dan komite harus bekerja sama. Jangan sampai ada yang membawa dari luar dan masukan ke sekolah,” ujar Bupati, Senin (12/9/2022).
Menurutnya hal positif yang dilakukan untuk pencegahan adalah melakukan sidak di sekolah, dengan melibatkan BNN Papua Barat.
“Demi kebaikan generasi penerus, sidak itu dilakukan setiap hari. Sangat baik sebagai langkah antisipasi. Jangan sampai kita gagal mengontrol anak didik,” terangnya.
Tak hanya sekolah, Hermus juga menyebut langkah antisipasi yang sama harus diketatkan ditingkat RT dan RW. OPD terkait diharapkan ikut membantu, termasuk kepala distrik dan lurah.
“Kita berusaha maksimal agar Manokwari bebas dari Narkoba,” singkatnya.
Sebelumnya Badan Narkotika Nasional Provinsi Papua Barat, mendalami informasi peredaran Narkotika jenis ganja di kalangan pelajar. Mirisnya informasi itu menyebut ada pelajar SMP yang mengedarkan Ganja.
Kepala BNNP Papua Barat Brigjen Pol Heri Istu Haryono, S.Si, mengatakan informasi itu sedang diselidiki oleh tim lapangan.
“Benar, ada laporan tentang penyebaran ganja oleh pelajar SMP dan menjadi prioritas untuk kami selidiki,” terangnya belum lama ini.
Meski baru sebatas laporan, BNNP Papua Barat tetap mengambil langkah pencegahan, diantaranya berkoordinasi dengan Direktorat Narkoba Polda Papua Barat.
“Kalau ganja sudah merambah anak sekolah, misalnya sampai ke tangan pelajar SMP, bisa jadi sebaran racunnya ke pelajar SD,” bebernya.
Informasi soal ganja di kalangan pelajar SMP ini telah disampaikan juga ke Kapolda Papua Barat Irjen Pol Drs. Daniel Tahi Monang Silitonga, S.H., M.A. Meski demikian ia tak merinci pelajar SMP mana yang diindikasikan terlibat peredaran Narkotika jenis Ganja itu. (ACM_2)






















