MANOKWARI – Menanggapi aksi ratusan orang tua murid yang melakukan pamalangan di SMA Negeri 2 Manokwari, Senin (27/6/2022). Kepala SMAN 2 Andarias Hara yang dikonfirmasi melalui telpon seluler menjelaskan bahwa hal seperti ini selalu terjadi saat penerimaan murid baru, dan perlu diketahui tahap seleksi mengikuti peraturan pusat yaitu melalui pendaftaran online.
“Dari tahun ke tahun minta kebijakan terus, yang namanya kebijakan itu kan menyimpang dari aturan. Kapan kita bisa, ini bukan sekolah kita saja yang melakukan online, ini seluruh Indonesia,” ungkapnya.
Andarias membenarkan juga bahwa pendaftaran dilakukan secara online melalui website, dan di pilih sesuai zonasi.
“Kita harus proses yang masuk di sistem online, yang online ini saja sudah 500 an lebih, yang mereka desak itukan dari luar ketentuan aturan juknis yang ada,” ujarnya.
Pengumuman kelulusan siswa pendaftaran dengan kuota yang disediakan sebanyak 288 orang.
“Kuota yang disediakan sesuai fasilitas ruangan yang tersedia. Sekarang saja yang daftar melalui sistem online mencapai 508, sementara yang kita terima hanya 288, mau paksakan taruh dimana,” jelasnya.
Dirinya juga mengatakan bahwa fasilitas sekolah juga masih kurang sehingga berharap agar para wali murid tidak memaksakan anak-anak nya sekolah di SMA Negeri 2.
“ Para orang tua siswa juga harus bisa memikirkan ruangan dan tenaga guru kami yang terbatas. Masih ada sekolah lain, SMA 2 bukan satu-satunya sekolah SMA di Manokwari, masih ada sekolah SMA lain. Kurikulum semua sama, sekolah lain sampai hari ini ada yang belum dapat kelas,” tutupnya. (ACM_2)






















