MANOKWARI – Sampai dengan tanggal 20 Februari 2022, kasus aktif di Manokwari ada sebanyak 9.734 jiwa, sedangkan yang di rawat sebanyak 45 jiwa, selebihnya menjalani isolasi mandiri. Hal tersebut diungkapkan Kepala bidang pengendalian dan pemberantasan penyakit (P2P) Dinkes Manokwari Marthen Rantetampang, saat di wawancarai di kantornya, Senin(21/2/2022). Dirinya juga menyebutkan tingkat kesembuhan pasien covid cukup tinggi dimana hingga data kemarin, angka kesembuhan sebanyak 9.050 jiwa.
Dari data juga ada tambahan angka untuk kasus meninggal dunia, dimana pasien tersebut dirawat di RSUD Manokwari.
“Untuk kasus meninggal dunia, di Manokwari ada tambah 1 kasus, yang di rawat pada Rumah Sakit Umum Daerah Manokwari.”terangnya.
Di jelaskannya lagi, pasien Covid-19 yang meninggal mengalami gejala umum, namun memiliki penyakit penyerta. “Pasien Covid-19 yang baru meninggal bergelaja sama dengan umumnya, yaitu batuk dan flu hingga tenggorokan yang terasa nyeri”imbuhnya.
Diketahui pasien yang meninggal tersebut berusia 56 tahun dan berjenis kelamin laki-laki, di rawat sejak tanggal 17 Februari dan meninggal dunia pada 19 Februari lalu.
Kaitannya dengan jenis virus Omicron belum diketahui karena belum ada alat yang dapat mendeteksi jenis virus tersebut di Manokwari. (ACM_2)






















