MANOKWARI – Akademisi Universitas Papua (Unipa) Dr. Ir. Agus Sumule mengatakan bahwa program makanan bergizi gratis (MBG) sangat baik dan penting diterapkan di Indonesia tak terkecuali di Papua Barat.
” Makan bergizi gratis ini adalah program yang sangat baik dan juga penting, karena kita tahu tidak semua anak datang ke sekolah itu mereka makan, jangankan yang di SD, SMP dan SMA tetapi mereka yang kuliah juga ada yang tidak makan, ” ujar Sumule, Minggu (19/1/2025).
Menurutnya pemenuhan makanan bergizi justru harus dilakukan di sekolah yang berada di kampung-kampung khususnya di wilayah di tanah Papua, karena sebagian besar anak-anak Papua berada di kampung bukan di kota.
Dikatakan Sumule, Universitas Papua semdiri telah melaksanakan uji coba program sekolah sepanjang hari (SSH) yang di mulai pada Oktober tahun 2023 di Sorsel dan Maybrat. Saat ini jumlahnya sudah ada 7 sekolah.
” Kami di Unipa sudah laksanakan sekolah sepanjang hari, jadi 3 kali makan sehari, program ini di laksanakn di sorsrel satu sekolah dan Maybrat dua Sekolah,” tambahnya.
Ia berharap program MBG bisa terus dijalankan dan semakin banyak sekolah yang mendapatkan program tersebut.
Sumule bahkan menyarankan jika program MBG bisa dikolabirasikan dengan program SSH agar dapat mencerdaskan anak bangsa sesuai tujuan MBG yakni menghasilan Genersi Emas Indonesia.
” Sebenarnya jika program MBG dsn SSH bisa disinergika yaitu MBG diterapkan di kota dan SSH di kampung, maka saya yakin akan baik sekali dalam mendorong tujuan program MBG yaitu menghasilkan generasi emas,” tukasnya.






















