MANOKWARI – Aksi palang jalan disertai ricuh yang terjadi beberapa hari terakhir terakhir di Jalan Yos Sudarso Kabupaten Manokwari merupakan buntut aksi protes pemindahan tahanan kasus makar di Kota Sorong, mendapat perhatian salah satu intelektual suku Arfak yang juga merupakan salah satu anggota tim 315 sebagai tim pemekaran Provinsi Papua Barat, Lazarus Indouw.
Ditemui di halaman kantor gubernur, Lazarus Indouw mengatakan aksi yang dilakukan perusuh adalah tindakan melanggar hukum karena menghambat aktivitas publik.
Ia menyebut kejadian di Sorong seharusnya tidak menjalar ke Manokwari, jika warga Manokwari tidak terprovokasi atau tidak termakan hasutan dari oknum-oknum provokator yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan yang telah terbangun selama ini.
Sebagai salah satu tokoh intelektual suku Arfak, Lazarus meminta seluruh warga masyarakat dari berbagai suku yang ada baik suku-suku Papua maupun suku nusantara, agar mampu menahan diri, tidak mudah terprovokasi dan selalu mengedepankan dialog sehingga setiap masalah atau isu yang muncul dapat, dicari solusi dengan baik tanpa melakukan aksi pemalangan yang berujung menyusahkan semua pihak.
” Saya juga selalu tokoh Arfak, menghimbau masyarakat Arfak jangan ikut-ikutan, kita harus filter informasi yang baik dan jangan ikur anarkis, tidak boleh. Itu sama saja dengan kejahatan. Begitu pula suku lainya, mari kita semua bergandeng tangan tetap jaga persatuan,” tukasnya. (Amstrong Lucas)






















