Menu

Mode Gelap
Kapolda Papua Barat Imbau Masyarakat Jaga Kamtibmas di Manokwari 2 Terduga Pelaku Curat Pkm Sanggeng Diringkus Tim Tekab Polresta Manokwari Polres Pegaf Kerahkan Personil Gabungan Bantu Pencarian Korban Longsor Catubouw Longsor di Catubow, 1 Orang MD dan Belasan Orang Masih Dalam Pencarian Hari Pertama Pencarian Iptu Tomi Marbun Sempat Terkendala Cuaca

MANOKWARI · 21 Jan 2023 14:12 WIT

Wabup Edi Budoyo Apresiasi Gerak Cepat Tim Kolaborasi Turunkan Stunting di Distrik Tanah Rubuh


 Wabup Edi Budoyo Apresiasi Gerak Cepat Tim Kolaborasi Turunkan Stunting di Distrik Tanah Rubuh Perbesar

MANOKWARI – TP PKK, Dinas Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (P3AKB) besama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Manokwari, terus gencar melakukan sosialisasi mengenai stunting pada Distrik Tanah Rubuh, Sabtu (21/1/2023).

Dalam laporannya Kepala Bidang Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera (KBKS) Manokwari Marta Maria Patipaelohi melaporkan ada sebanyak 277 balita terdata di Distrik Tanah Rubuh, dimana 56 anak memiliki faktor resiko kekuranag gizi dan kini tersisa 9 anak yang masih dalam penanganan Stunting.

“Distrik Tanah Rubuh belum memiliki tim penyuluh lapangan, sehingga untuk data masih sangat kurang. Distrik ini memiliki 277 balita yang ada dalam pengawasan dan didapati 56 balita di intervensi dan tersisa 9 balita yang mengalami stunting dan tetap dalam pengawasan”, lapornya.

Wakil Bupati Manokwari Edi Budoyo dalam sambutannya menyampaikan bahwa hal Ini merupakan tugas yang harus dilakukan dengan serius oleh tim pendamping distrik hingga kampung, dalam 3 bulan diharapkan dapat menurunkan angka Stunting.

“Melalui kegiatan ini tercipta komitmen bersama dari semua pihak, dan program ini dapat pula berjalan dengan baik. Stunting menjadi program strategis nasional yang sangat serius ditangani”, kata Edi Budoyo.

Dirinya menambahkan bahwa data anak merupakan hal utama agar dapat diketahui jumlah anak yang mengalami stunting.

Secara Nasional, setiap daerah ditargetkan harus menurunkan anga stunting di tahun 2024 hingga 14 persen.

“Angka Stunting di Manokwari masih 22,6 persen padahal pencanangan pusat di tahun 2024 harus mencapai 14 persen. Saya menghimbau untuk dapat bekerjasama dalam pendataan kepada balita yang mengalami gagal tumbuh” tambahnya

Ketua PKK Kabupaten Manokwari Febelina Indou mengapresiasi tim penurunan Stunting Manokwari dari tahun 2021 hingga saat ini , yang itu membuktikan bahwa pemerintah serius dalam penanganan Stunting.

 

“Masalah Stunting sangat penting untuk ditangani, Manokwari sudah mengalami penurunan Stunting namun harus tetap dilakukan pendampingan. Kami berupaya untuk bisa memprogramkan kegiatan yang sasarannya kepada kesehatan anak”, ujar Febelina.

Dirinya juga meminta dukungan dan Kerjasama dari orang tua untuk dapat memastikan kesehatan anak terutama konsumsi gizi.

“Upaya dan usaha sudah dilakukan sehingga kepada orang tua harus tetap memantau perkembangan anak melalui gizi yang di konsumsi”, tuturnya.

Selain melakukan sosialisasi, diberikan pula SK kepada setiap kepala kampung sebagai komitmen bersama Tim Percepatan Penurunan Stunting. Tidak hanya itu, juga dilakukan pemberian bantuan sembako kepada orangtua yang memiliki anak balita. (ACM_2)

Artikel ini telah dibaca 124 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Lepas Pawai Hardiknas, Gubernur Dominggus Ajak Insan Pendidikan Tingkatkan Kreativitas

29 April 2026 - 19:04 WIT

Terpesona Keindahan Pulau Mansinam, Kapal Pesiar MH Minerva Kembali Berkunjung

24 April 2026 - 20:11 WIT

Kapal Pesiar MH Minerva-Swan Hellenic Kunjungi Pulau Mansinam

20 April 2026 - 13:45 WIT

Bantuan Pangan Untuk 54.763 PBP Disalurkan Bulan April

27 Maret 2026 - 21:21 WIT

Bulog Manokwari Pastikan Stok Beras Aman Hingga Akhir Tahun 2026

27 Maret 2026 - 20:23 WIT

Berbagi Berkah Ramadhan, Ikaswara Manokwari Santuni Anak Yatim dan Salurkan Zakat Mal

8 Maret 2026 - 14:24 WIT

Trending di MANOKWARI