MANOKWARI, acemo.co.id – Wakil Bupati Manokwari, H. Mugiyono, mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN), TNI, dan Polri untuk membudayakan pola hidup bersih serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. Ajakan tersebut disampaikan dalam Apel Gabungan dan Kerja Bakti dalam rangka memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia Tahun 2026 di Lapangan Borarsi, Manokwari, Selasa (11/8/2026).
Dalam sambutannya, Mugiyono menyoroti masih banyaknya saluran air atau drainase yang tersumbat akibat sampah yang dibuang sembarangan. Ia mengaku melihat kondisi tersebut saat perjalanan dari kediamannya menuju lokasi apel.
“Sepanjang perjalanan, di beberapa titik saya melihat saluran atau got tersumbat. Penyebabnya karena sampah dibuang tidak pada tempatnya atau asal dibuang,” ujar Mugiyono.
Menurutnya, kebiasaan membuang sampah sembarangan harus dihentikan mulai dari hal-hal kecil. Ia mencontohkan bungkus permen atau makanan yang terlihat sepele, tetapi jika dilakukan oleh ribuan orang akan menjadi persoalan besar bagi lingkungan.
“Misalnya kita makan gula-gula, bungkusnya kecil. Tetapi kalau seribu orang membuang satu bungkus, berarti ada seribu bungkus. Yang kecil kalau dikumpulkan akan menjadi besar,” katanya.
Mugiyono menegaskan perubahan perilaku harus dimulai dari diri sendiri sebelum mengajak masyarakat luas. Ia meminta seluruh peserta apel untuk tidak menunggu orang lain dalam menjaga kebersihan.
“Mulainya kapan? Mulainya sekarang. Dari siapa? Dari kita. Tidak usah melihat Bupati, Sekda atau siapa pun. Lihat diri kita masing-masing. Kita mulai hari ini, sekarang, dari hal-hal kecil,” tegasnya.
Selain persoalan kebersihan, Mugiyono juga mengingatkan masyarakat agar mewaspadai potensi kebakaran selama musim kemarau yang diperkirakan berlangsung cukup panjang.
Ia secara khusus mengingatkan warga yang masih merokok agar tidak membuang puntung rokok sembarangan. Puntung rokok yang belum benar-benar padam, kata dia, dapat memicu kebakaran ketika dibuang di semak-semak atau rumput kering.
“Kalau membuang puntung rokok, pastikan sudah mati. Jangan sampai kita pikir sudah habis, ternyata masih menyala dan menyulut rumput atau semak-semak yang kering,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat yang membakar sampah di lingkungan rumah agar memastikan api benar-benar padam sebelum meninggalkan lokasi.
“Kalau kita harus membakar sampah, pastikan terbakar sampai habis dan benar-benar padam sebelum kita tinggalkan. Jangan sampai terjadi musibah kebakaran,” katanya.
Mugiyono turut menyoroti kondisi sumber air di sejumlah wilayah Manokwari yang mulai mengalami penurunan debit akibat musim kemarau. Ia menyebut beberapa kawasan, termasuk Suwape(n) Tengah, mulai mengalami keterbatasan air sehingga warga harus membeli air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa masyarakat harus menjaga lingkungan dan sumber-sumber air yang ada.
“Debit air dari dalam tanah sudah mulai tidak cukup. Kita tidak tahu sampai September atau Oktober seperti apa kondisinya. Artinya, debit air juga sudah mulai turun,” ungkapnya.
Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat Manokwari menjadikan momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI sebagai titik awal untuk membangun kebiasaan hidup bersih dan peduli lingkungan.
“Kita mulai dari lingkar rumah kita, untuk diri kita, keluarga kita, lingkungan kita, kota kita, bahkan untuk mendukung visi negara kita. Mari kita terus menjaga lingkungan,” pungkas Mugiyono. (Mega Irianti)






















