MANOKWARI – Akibat ujaran rasis yang sebelumnya tersebar di sosial media terhadap suku Arfak dan mama-mama Papua, sejumlah masyarakat melakukan pemalangan di Warmare, Kabupaten Manokwari. Bupati Manokwari Hermus Indou langsung bertemu dan memberikan pemahaman agar masyarakat tetap tenang dan menyerahkan kasus ini kepada pihak berwajib.

Pada kesempatan tersebut, perwakilan massa yang melakukan palang menuntut keadilan agar pelaku dapat meminta maaf kepada suku Arfak.
“Kami minta agar mereka meminta maaf kepada mama-mama Arfak. Kami meminta kepada Gubernur, Bupati,Ketua DPR agar dapat menyikapi itu. Kami meminta agar suku yang melakukan ujaran Rasisme menyikapi hal ini” ucapnya.
Sementara itu, Bupati Hermus Indou menyampaikan bahwa seluruh masyarakat menolak adanya rasisme, karena hal tersebut dapat memecah belah kerukunan yang ada di suatu daerah.
“Kita menolak rasisme dimana pun itu, kita berharap kedepan kita sesama orang Papua maupun suku lain yang hidup bersama di Manokwari bahkan di tanah Papua, tidak ada lagi rasisme. Itu akan menimbulkan konflik, memecah persatuan dan membuat kondisi daerah tidak kondusif”ujarnya.
Dirinya juga mengatakan, sejak rasisme itu naik di media sosial, anak-anak Arfak sudah merespon dengan membela harkat dan martabat suku Arfak.
“Saya kira pemalangan ini wajar saja, karena ini upaya dari membela harga diri dari suku Arfak”tambahnya.
Bupati juga telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan tokoh-tokoh Arfak sudah merespon situasi ini. “Aspirasi dan laporan resmi sudah disampaikan kepada Kapolres Manokwari dan sudah dilakukan juga koordinasi kepada Kapolres di Kabupaten Waropen. Pelaku sudah ditangkap dan sudah dalam perjalanan dari Serui ke Manokwari” pungkasnya. (ACM_2)






















