MANOKWARI, acemo.co.id – Kodam XVIII/Kasuari terus mempercepat pembangunan infrastruktur dasar untuk membuka akses masyarakat di wilayah Papua Barat dan Papua Barat Daya. Hingga saat ini, sebanyak 98 jembatan telah rampung dibangun dari total 145 jembatan yang masuk dalam program pembangunan.
Panglima Kodam XVIII/Kasuari, Mayjen TNI Christian Kurnianto Tehuteru, mengatakan pembangunan jembatan tersebut merupakan bagian dari upaya TNI Angkatan Darat membantu membuka akses wilayah yang selama ini masih terisolasi sekaligus memperlancar mobilitas masyarakat.
Dari total 145 jembatan yang direncanakan, sebanyak 100 jembatan telah masuk dalam program pembangunan, sedangkan 45 jembatan lainnya masih dalam tahap pengajuan. Dari 100 jembatan yang telah masuk program, sebanyak 57 berada di wilayah Papua Barat dan 43 jembatan berada di Papua Barat Daya.
Khusus di Papua Barat, dari 57 jembatan yang masuk dalam program pembangunan, hanya dua jembatan yang berada di Kabupaten Pegunungan Arfak masih dalam tahap pengerjaan. Sementara jembatan lainnya telah diselesaikan dan dapat dimanfaatkan masyarakat.
Salah satu jembatan yang telah rampung berada di Kampung Ingramui, Distrik Manokwari Barat, Kabupaten Manokwari. Jembatan tersebut memiliki panjang 12 meter dengan lebar empat meter dan menjadi salah satu akses penting bagi masyarakat setempat menuju jalan utama Kabupaten Manokwari.
Meski berukuran relatif kecil, keberadaan jembatan tersebut memberikan manfaat besar bagi masyarakat. Pembangunannya dikerjakan sekitar tiga minggu melalui kolaborasi antara prajurit TNI, pemerintah kampung, masyarakat, dan pemerintah daerah.
Christian Kurnianto Tehuteru mengapresiasi dukungan masyarakat Kampung Ingramui dan pemerintah daerah yang turut bergotong royong selama proses pembangunan.
“Ini membuktikan bahwa kekuatan gotong royong dan bahu-membahu dapat mengatasi kesulitan rakyat, terutama menyangkut kebutuhan mendasar. Negara hadir memenuhi kebutuhan masyarakat dengan peran serta seluruh komponen,” ujar Christian usai peresmian jembatan di Kampung Ingramui, Senin (24/8/2026).
Dengan selesainya pembangunan jembatan tersebut, sekitar 117 kepala keluarga di Kampung Ingramui kini memperoleh akses yang lebih mudah dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Jembatan juga mempermudah masyarakat membawa hasil usaha menuju pusat-pusat perekonomian.
Kodam XVIII/Kasuari juga membuka ruang bagi pemerintah daerah untuk menyampaikan informasi terkait kampung-kampung lain yang masih mengalami keterisolasian atau kendala transportasi akibat belum tersedianya infrastruktur jembatan.
Wilayah yang dinilai membutuhkan pembangunan jembatan selanjutnya dapat dikoordinasikan dengan komando kewilayahan untuk diusulkan dalam program pembangunan berikutnya.
Upaya tersebut diharapkan dapat terus memperluas konektivitas antarkampung dan meningkatkan akses masyarakat terhadap pusat pelayanan serta perekonomian, khususnya di wilayah Papua Barat dan Papua Barat Daya yang masih menghadapi keterbatasan infrastruktur transportasi darat. (Mega)






















