MANOKWARI – Kapal cepat rudal KRI Panah 626 milik Koarmada III untuk pertama kalinya berlabuh di Manokwari, Kamis (19/10/2023), dengan misi Ekspedisi Rupiah Berdaulat. Kapal buatan ke 6 PT. PAL Indonesia ini diresmikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo pada 22 April 2022 lalu.
Uniknya penamaan ‘Panah’ pada KRI 626 ini diambil dari salah satu senjata tradisional Papua Barat yang digunakan sebagai alat pertahanan dan alat berburu. Filosofi ini yang diambil bagi KRI Panah-626 dalam mempertahankan kedaulatan NKRI dan memburu target-target yang dituju.

Komandan KRI Panah 626, Letkol Laut Irianto Kurniawan
Komandan KRI Panah 626, Letkol Laut Irianto Kurniawan menjelaskan bahwa KRI Panah adalah kapal ke-6 Kapal Cepat Rudal (KCR) 60 M produksi PT PAL Indonesia memiliki kecepatan 28 knot.
Senjata utama kapal ini dilengkapi dengan meriam utama Bofors 57mm dan meriam Yugoimport Naval AD 20mm.
KCR ini mempunyai panjang 60 m dan Lebar 8,10 meter juga terdapat 5 deck diisi sebanyak 55 awak kapal. Kapal ini mulai dibuat pada 20 Desember 2019 dan diluncurkan pada 20 April 2022.

“KCR ini juga terdapat 2 unit di Koarmada I ada 2 unit,di Koarmada II 2 unit di Koarmada III, yang tiba di Papua Barat Daya pada 25 Agutus 2023 lalu”, jelas Komandan KRI Panah 626 Letkol Laut Irianto Kurniawan.
Semboyan KRI Panah-626 adalah “Gandewa Jala Adhirajasa” yang berarti panah laut yang tangguh. Pengawak KRI Panah-626 diharapkan para prajurit laut yang tangguh dalam mengatasi tantangan dan ancaman yang dihadapi.

KRI Panah-626 yang saat ini fokus wilayah pengamanannya pada Koarmada III memiliki tugas pokok melaksanakan peperangan Anti Kapal Permukaan (AKPA) dan Peperangan Anti Udara (PAU) terbatas, serta fungsi tambahan sebagai patroli keamanan laut, mendukung operasi raid Amphibi dan Operasi Sar (Search And Rescue). (ACM_2)























