MANOKWARI – Tim Safari Ramadhan 1445 H/2024 Pemerintah Kabupaten dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) melaksanakan safari dan buka puasa bersama Kerukunan Keluarga Pasundan Manokwari, Sabtu (6/4/2024).
Diawali dengan pembacaan kalam ilahi, safari ramadhan mengambil tema ‘Meningkatkan khidmat ormas islam untuk kemanusiaan, kebangsaan dan kesejahteraan Manokwari untuk semua, semua untuk Manokwari’.
Safari ramadhan di hari ke-26 Ramadan ini turut dihadiri Ketua MUI Kab. Manokwari, Asisten II, Staf Ahli Bupqti, pimpinan OPD, Ketua Panitia Safari Ramadhan, Ketua-Ketua Ormas Islam, Anggota DPRD Manokwari, Sekertaris Ikaswara serta Ketua-Ketua Paguyuban di Manokwari.

Ketua Kerukunan Pasundan Manokwari, H. Mansyur mengatakan Kerukunan Pasundan merupakan salah satu paguyuban yang cukup lama dan sudah berdiri di Manokwari sekitar 53 tahun. Dirinya mengucapkan terima kasih kepada tim safari ramadhan yang telah bersilahturahmi dengan warga Pasundan Manokwari.
” Terima kasih kepada Bapak Bupati dan Tim Safari Ramadhan yang sudah bersilahturahmi dengan kami warga Pasundan yang merupakan salah satu paguyuban lama di Manokwari,” tuturnya.

Melalui kesempatan itu, Mansyur yang juga Ketua PHBI Manokwari berharap umat Islam yang menjalankan ibadah puasa ramadhan, juga dapat mengambil malam Lailatul Qadar yang kemungkinan besar jatuh pada malam 27 ramadhan.
” Menurut Hujjatul Islam Abu Hammid Muhammad atau Imam Ghazali, 1 ramadhan jatuh pada hari Selasa sehingga kemungkinan malam Lailatul Qodar jatuh pada malam 27 ramadhan ini,sehingga semoga kita semua dapat mengambilnya karena merupakan salah satu keutamaan ramadhan,” harapnya.
Bupati Manokwari dalam sambutannya yang diwakili Inspektur Kab. Manokwari H. Khumaidi mengatakan program Safari Ramadhan yang dilaksanakan selama bulan suci ramadhan menunjukan kedekatan Bupati Manokwari dengan masyarakat khususnya umat islam. Diketahui Tim Safari Ramadhan Kabupaten Manokwari mendatangi 28 titik, tidak hanya mengunjungi masjid tetapi juga kerukunan/paguyuban dan majelis taklim.
” Luar biasa, tim safari ramadhan Manokwari tidak hanya mengunjungi Masjid tetapi juga paguyuban, tentunya ini menunjukan betapa besar perhatian dan kedekatan Bapak Bupati dengan masyarakat. Mari kita doakan semoga program safari ramadhan ini terus berlanjut di tahun-tahun selanjutnya,” ujar Khumaidi.

Mengakhiri sambutanya, mewakil Bupati Hermus Indou, H. Khumaidi menyerahkan santunan kepada sesepuh Pasundan dan kaum disibilitas. Selain itu, Pemda Manokwari memberikan bantuan kepada Kerukunan Pasundan sebesar Rp 20 juta.
Sementara, Ustad Ali Mustofa yang juga Ketua PCNU Kabupaten Manokwari dalam tausiyah pengantar berbuka mengatakan menurut Rasulullah SAW yang dinamakan Idul Fitri bukanlah baju baru, tetapi ketaatan yang lebih meningkat dari biasanya. Ramadhan mengajarkan tentang peningkatan spiritual, kemudian peningkatan perilaku, sikap dan kontrol emosional, menjaga amarah dan melatih kesabaran. Selain itu juga peningkatan intelektual yang membentuk karakter yang jujur, sabar dan dermawan. Seperti tertuang dalam QS. Al-Imron (17).
” Secara kualitas keimanan kita kepada Allah SWT harus ditingkatkan, yang tadinya saat ramadhan sholat subuhnya selalu di masjid,harus terus dipertahankan bahkan ditingkatkan walaupun diluar bulan ramadhan,” ucapnya.

” Ramadhan mendidikan kita jauh dari penyakit hati, mengontrol hati dan diri dari maksiat, maka meningkat spiritual kita. Sehingga dibulan suci ini harus ada perbedaan dengan hari lainnya, karena sudah melewati ujian ramadhan. Tidak hanya habluminallah yang diperbaiki tetapi juga peningkatan perilaku kontrol emosi, serta peningkatan intelektual,” tandasnya.

Safari ramadhan diakhiri dengan buka puasa bersama, sholat Maghrib berjamaah dan ramah tamah. (ACM)






















