Menu

Mode Gelap
Kapolda Papua Barat Imbau Masyarakat Jaga Kamtibmas di Manokwari 2 Terduga Pelaku Curat Pkm Sanggeng Diringkus Tim Tekab Polresta Manokwari Polres Pegaf Kerahkan Personil Gabungan Bantu Pencarian Korban Longsor Catubouw Longsor di Catubow, 1 Orang MD dan Belasan Orang Masih Dalam Pencarian Hari Pertama Pencarian Iptu Tomi Marbun Sempat Terkendala Cuaca

PAPUA BARAT DAYA · 22 Jun 2024 21:50 WIT

Pertunjukkan Hadrat dan Rebana Di Pembukaan Pesparawi XIV Tunjukkan Tingginya Toleransi Umat Beragama Di Papua


 Pertunjukkan Hadrat dan Rebana Di Pembukaan Pesparawi XIV Tunjukkan Tingginya Toleransi Umat Beragama Di Papua Perbesar

SORONG – Ada momen menarik dalam pembukaan Pesparawi XIV Se-Tanah Papua tingkat Papua Barat dan Papua Barat Daya. Hal itu nampak terlihat saat pemuda masjid turut meramaikan suasana lewat tabuhan rebana dan pertunjukan hadrat. Selain itu, mereka juga nampak ikut dalam parade musik berkolaborasi dengan tiupan terompet dari umat Kristiani dan tabuhan tambur sambil menaikan nyanyian “Dalam Tuhan Kita Bersaudara”

Salah satu remaja masjid bahkan menyebut, toleransi di tanah Papua sangat tinggi, itu terlihat ketika mereka turut diundang untuk meramaikan pembukaan Pesparawi yang dihadiri ribuan orang.

Hal ini kemudian mendapat pujian dari musisi Papua yang terkenal, Edo Kondologit. Ia menyebut tali persaudaraan yang luar biasa di Tanah Papua merupakan satu anugerah terindah.

“Kita hadir bersama-sama disini, semua berjalan bersama tanpa memandang perbedaan suku, ras dan agama,” ucap Edo.

Hal senada juga disampaikan oleh PJ. Gubernur Papua Barat Daya Muhammad Musa’ad. Menurutnya, harmoni yang indah harus dimaknai dan ditunjukan lewat Pesparawi XIV Se-Tanah Papua tingkat Papua Barat dan Papua Barat.

“Mari kita selalu kedepankan kemajemukan kita. Perbedaan adalah kodrat yang tidak bisa dihindari. Perbedaan adalah suatu keniscayaan. Tetapi lewat iven keagamaan seperti ini, menjadi sarana dan instrumen untuk meningkatkan hubungan toleransi antar umat beragama,” ucap Muhammad Musa’ad.

Sementara itu, Kakanwil Kemenag Papua Barat Luksen Jems Mayor menegaskan, semua umat beragama yang ada di Papua Barat dan Papua Barat Daya wajib menjunjung tinggi nilai-nilai bhineka tunggal Ika, menjunjung tinggi toleransi, menolak kekerasan atas nama agama dan juga menghargai martabat budaya daerah. (ACM)

Artikel ini telah dibaca 44 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Jasa Raharja Sorong Gelar FKLL Bahas Hasil Monev Lalu Lintas, Regulasi AKDP & AKAP serta Regulasi Pengemudi Ojek

22 Oktober 2025 - 20:18 WIT

Jasa Raharja Sorong Gelar FKLL Bahas Solusi Cegah Laka Lalin di Jalan Mayamuk-Katapop

30 Juli 2025 - 18:29 WIT

Jasa Raharja Kota Sorong Laksanakan FKLL Bahas Upaya Keselamatan di 3 Kecamatan di Kota Sorong

7 Mei 2025 - 16:27 WIT

Kakanwil Kemenag Papua Barat Resmikan KUA Kabupaten Tambrauw

12 April 2025 - 20:28 WIT

Sinkronisasi Program, Kakanwil Kemenag Papua Barat Bertemu Bupati Tambrauw

12 April 2025 - 20:21 WIT

Kakanwil Kemenag Pabar Buka Aksi Donor Darah dan Gerakan Ekoteologi Sambut Waisak 2569 TB / 2025

12 April 2025 - 20:08 WIT

Trending di PAPUA BARAT DAYA