MANOKWARI – Kodim 1801 Manokwari menggelar pembukaan upacara TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-121 di Kampung Kwau, Distrik Mokwam, Rabu (24/7/2024).
Dengan mengusung tema ‘Dharma Bhakti TMMD mewujudkan percepatan pembangunan di wilayah’, TMMD diawali dengan upacara yang di pimpin Bupati Manokwari, Hermus Indou. Turut hadir Bupati Kabupaten Pegunungan Arfak, Yosias Saroy, Kepala Fasharkan Manokwari dan jajaran forkopimda Manokwari.

Dandim 1801 Manokwari, Letkol Inf. Agus Prihanto Donny menyampaikan bahwa pihaknya membagi kegiatan TMMD yaitu kegiatan Fisik dan non Fisik serta ada beberapa tambahan.
“Pada TMMD kali ini, Kodim 1801 Manokwari melakukan sasaran fisik yaitu membangun rumah baru sebanyak 5 unit, pengecoran jalan sepanjang 400 meter, pembangunan 2 unit gapura, dan membuka lahan kopi seluas 2 hektar”, ucapnya.

Bupati Manokwari memyerahkan secara simbolis peralatan pelaksanaan TMMD ke-121 di Kampung Kwau.
“Disamping itu ada kegiatan non fisik seperti penyuluhan wawasan kebangsaan dan bela negara, kesehatan, pertanian, Kamtibmas, dan stunting. Lalu pembuatan lapangan Volly, rumah baca, dan 3 sumur bor”, tambah Dandim.
Untuk penanaman Kopi sendiri akan didampingi oleh Dinas Pertanian yang juga melakukan penyuluhan terkait penanaman kopi yang baik, hingga pengawasan proses penanaman. Dengan harapan apa tanaman kopi berkembang lebih banyak dan dapat menjadi penghasilan dari masyarakat.

Penyerahan berita acara pelaksanaan TMMD ke-121 Kampung Kwau Distrik Mokwam
“Kami menanam kopi jenis arabika, dimana sesuai dengan ketinggian daerah Kwau tanaman ini cocok. Yang menjadi komoditi utama yaitu kopi sehingga pariwisata burung pintar dan pisang raksasa akan menjadi daya tarik wisatawan”, pungkas Dandim 1801 Manokwari.

Bupati Manokwari Hermus Indou menyampaikan bahwa TMMD ini merupakan bagian dari strategi pembangunan terutama di Kabupaten Manokwari untuk mendorong akselerasi dan pembangunan di daerah.
“Kita ingin tiga prinsip dasar yaitu pemerataan , kesetaraan dan keadilan dalam proses pembangunan daerah dapat terwujud dengan kesetaraan pembangunan di kota dan pembangunan di kampung”, ujarnya.
Selain itu, TMMD dapat mendekatkan TNI bersama dengan masyarakat, terutama menjadi pendorong dalam memajukan kampung.

Penanaman bibit kopi arabika yang menjadi komoditi unggul di Kampung Kwau.
“TMMD ini menempatkan TNI sebagai institusi yang tidak hanya bertanggung jawab untuk keamanan dan kedaulatan negara tetapi juga TNI sebagai SDM yang bertanggungjawab akan pembangunan di tiap wilayah, sekaligus mendekatkan diri dengan masyarakat”, tutur Bupati.
“Diharapkan akan memberi dampak pada kesejahtraan masyarakat , dimana TMMD datang sebagai stimulus dan harus di lanjutkan oleh masyarakat hingga dapat memberi hasil”, harap Indou. (ACM_2)






















