Menu

Mode Gelap
Alm. Nataniel Mandacan Salah Satu Putra Terbaik Arfak Yang Tumbuh Melalui Birokrasi Dr. Nataniel Mandacan Tutup Usia, Gubernur Didampingi Sang Istri Melayat Ke Rumah Duka 1.229 Tenaga Honorer Pemprov Papua Barat Akan Terima SK CPNS Senin 6 Juli 2026 37 Mantan Anggota OPM Kodap IV Sorong Secara Sukarela Kembali Ke NKRI Terkait Kasus Alergi Makanan Kontingen, Panitia Pesparawi XIV Pastikan Sudah Ditangani Dengan Baik

HUKUM & KRIMINAL · 11 Des 2024 07:33 WIT

Lagi, Kejati PB Tetapkan Bendahara dan Kasubag Keuangan PUPR Tersangka Dugaan Tipikor Jalan Mogoy Mardey


 Lagi, Kejati PB Tetapkan Bendahara dan Kasubag Keuangan PUPR Tersangka Dugaan Tipikor Jalan Mogoy Mardey Perbesar

MANOKWARI – Penyidik Kejaksaan kembali menetapkan Bendahara pengeluaran dan Kasubag Keuangan di Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat PUPR Papua Barat sebagai tersangka dugaan korupsi pembangunan jalan Mogoy Mardey Kabupaten Teluk Bintuni, Selasa (10/12/2024).

Usai diperiksa, Bendahara Keuangan berinisial NK dan BSAB selaku kasubag keuangan keluar menggunakan rompi tahanan kejaksaan menaiki mobil tahanan dan dibawah ke Lapas Manokwari.

“Memang keduanya tidak menikmati tetapi tanda tangan keduanya menyebabkan uang dicairkan dalam rangka pengerjaan jalan Mogoy Mardey Tahun 2023,” ungkao Kepala Kejaksaan Tinggi Papua Barat, Muhammad Syarifuddin kepada wartawan.

“Sudah Lima Orang ditetapkan sebagai tersangka tiga orang sudah duluan yakni dua konsultan dan Kepala Dinas PUPR,” sambungnya.

NK diduga mencairkan uang seratus persen ke rekening milik CV Gloria Bintang Timur dengan menerbitkan surat perintah pembayaran. 

“Seharusnya NK menolak untuk membayarkan karena tidak sesuai aturan,” sambungnya.

Sementara BSAB berperan menyetujui SPP dokumen tagihan CV Gloria Bintang Timur.

“Tugas BSAB meneliti dokumen serta keabsahan karena pekerjaan baru mencapai 50 persen, tetapi tidak dilakukan” jelas Kajati.  

Asisten Pidana Khusus Aspidsus Kejati Papua Barat Abun Hasbulloh Syambas menambahkan bahwa kedua tersangka akan ditahan selama 20 hari kedepan untuk penyelidikan lebih lanjut.

“Keduanya kita tahan selama dua puluh hari kedepan dalam rangka penyidikan,” tutup Abun.

Diketahui peningkatan Jalan Mogoy Mardey dibiayai dengan APBD Papua Barat Tahun 2023 sekitar Rp8,5 Miliar. Pada Tahun 2024 tim kejaksaan turun ke lapangan melakukan pemeriksaan ternyata jalan tersebut baru 50 persen pembangunan. (ACM_3)

Artikel ini telah dibaca 255 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Polda Papua Barat Kembali Amankan 19 Tersangka Tambang Ilegal Wariori

5 Agustus 2025 - 22:43 WIT

Diduga Terlilit Judol, Anggota Brimob Polda PB Nekat Curi Emas

23 Juli 2025 - 08:06 WIT

Penertiban Penambang Emas Ilegal Terus Berlanjut, Puluhan Tersangka Diamankan dan Jalani Persidangan

23 Juli 2025 - 07:26 WIT

2 Terduga Pelaku Curat Pkm Sanggeng Diringkus Tim Tekab Polresta Manokwari

14 Juli 2025 - 18:52 WIT

Tiga Pelaku Jaringan Curanmor Berhasil Diringkus Ditkrimum Polda Papua Barat

13 Mei 2025 - 11:34 WIT

Polda Papua Barat Berhasil Ungkap 2 Kasus Tindak Pidana Tambang Ilegal

17 Februari 2025 - 13:36 WIT

Trending di HUKUM & KRIMINAL