Menu

Mode Gelap
Vonis Seumur Hidup untuk Yahya Himawan, JPU Masih Pertimbangkan Banding Kabiddokkes Polda PB : Hasil Otopsi Yanto Idorway Butuh Waktu karena Sampel Diuji di Lab Forensik di Luar Manokwari Dua Hari Menunggu, Otopsi Yanto Idorway Akhirnya Digelar di RS Bhayangkara Polda Papua Barat Kapolres Pegaf: Jenazah Yanto Ditemukan Terjepit di Celah Batu, Polisi Minta Otopsi Ungkap Penyebab Kematian Ribuan Warga Padati Kamar Jenazah RSUD Manokwari, Menanti Hasil Otopsi Yanto Idorway

PAPUA BARAT · 15 Des 2024 13:42 WIT

HWDI Papua Barat Desak Pemerintah Tingkatkan Aksesibilitas Bagi Penyandang Disabilitas


 HWDI Papua Barat Desak Pemerintah Tingkatkan Aksesibilitas Bagi Penyandang Disabilitas Perbesar

MANOKWARI – Ketua Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) Papua Barat, Pendeta Shirley Parinussa, menyoroti perlunya perhatian lebih dari pemerintah terhadap hak-hak penyandang disabilitas. Ia menilai, pemerintah harus memahami dan mengimplementasikan regulasi yang berpihak pada disabilitas, sesuai amanat Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas.

“Pelayanan publik harus memenuhi standar aksesibilitas, seperti menyediakan jalur khusus di fasilitas umum, termasuk pasar dan bandara, agar dapat diakses oleh disabilitas,” ujar Shirley.

Shierly mengungkapkan bahwa hingga saat ini, banyak bangunan dan fasilitas di Papua Barat yang belum ramah bagi penyandang disabilitas. Hal ini dinilai menghambat aktivitas dan mobilitas mereka dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya pendampingan bagi korban kekerasan seksual yang berasal dari kalangan disabilitas. “Mereka membutuhkan perhatian khusus untuk mendapatkan perlindungan dan pemulihan yang layak,” tambahnya.

Shirley berharap kebijakan pemerintah daerah tidak hanya berorientasi pada bantuan karitatif semata. Menurutnya, pemberian bantuan berupa materi atau kebutuhan pokok tidak cukup untuk meningkatkan kesejahteraan penyandang disabilitas.

“Pemerintah seharusnya menyediakan lapangan pekerjaan, fasilitas modal usaha, dan program pemberdayaan lainnya, sehingga penyandang disabilitas dapat hidup mandiri,” tegasnya.

Melalui implementasi kebijakan yang lebih inklusif, Shirley optimis penyandang disabilitas di Papua Barat dapat berkontribusi lebih besar dalam pembangunan daerah. (ACM_3)

Artikel ini telah dibaca 74 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Yosias Saroy Ajak Semua Pihak Bersatu, Struktur KONI Papua Barat Segera Dilengkapi

18 September 2026 - 18:54 WIT

Musorprovlub KONI Papua Barat Dinyatakan Sah, Tahapan Pemilihan Telah Sesuai AD/ART

18 September 2026 - 18:00 WIT

Kapolda Papua Barat Pimpin Sertijab Kabid Dokkes dan Penyerahan Jabatan Kabid Propam

10 September 2026 - 20:55 WIT

Pemprov Papua Barat Gelar Upacara Hut Ri Ke-81 Dengan Lancar Dan Sukses

18 Agustus 2026 - 04:57 WIT

HUT RI ke-81 Momentum Pemuda Untuk Terus Berkarya Mengisi Pembangunan

18 Agustus 2026 - 04:55 WIT

Remisi HUT Ke-81, Binaan di Papua Barat dan Papua Barat Daya Terima Pengurangan Masa Pidana

17 Agustus 2026 - 21:04 WIT

Trending di PAPUA BARAT