MANOKWARI – Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Manokwari, Adolfince Orisoe, dalam acara End It Now yang digelar oleh Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK) Daerah Misi Papua Barat, mengajak semua pihak untuk bersama-sama menghentikan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Adolfince Orisoe menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, termasuk peran pemerintah, lembaga gereja, serta organisasi pemerhati perempuan.
Menurut Adolfince Orisoe, fenomena kekerasan, terutama terhadap perempuan dan anak, semakin signifikan dan tidak hanya terjadi dalam lingkup rumah tangga tetapi juga di ruang publik. peningkatan kasus kekerasan terjadi di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia dan khususnya di Papua Barat. Penting bagi seluruh elemen masyarakat untuk bekerja sama guna menghentikan berbagai bentuk kekerasan.
Sebagai bagian dari kampanye 16 Hari Anti Kekerasan yang berlangsung dari 25 November hingga 10 Desember 2024, GMAHK mengajak masyarakat untuk mendukung upaya penghapusan kekerasan melalui pesan-pesan moral yang disampaikan ke berbagai lapisan masyarakat.
“Pemerintah Kabupaten Manokwari juga memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif ini dan berkomitmen terus bersinergi dengan lembaga-lembaga gereja yang aktif menyuarakan gerakan anti kekerasan,” kata Adolfince.
Lebih lanjut dikatakan, Peran serta masyarakat dan dukungan dari berbagai pihak sangat penting untuk menyampaikan pesan moral ini. Bersama seluruh elemen masyarakat bisa mewujudkan lingkungan yang lebih aman bagi perempuan dan anak.






















