MANOKWARI – Dalam upaya mencegah penyebaran penyakit gondongan atau yang dikenal sebagai “penyakit bengkak babi,” Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari, Rahimi, menyampaikan pentingnya edukasi dan tindakan pencegahan di masyarakat.
Dikatakan, Penyakit gondongan ini sebenarnya dapat sembuh dengan sendirinya dalam waktu 14 hari. Namun, selama masa tersebut penderita dapat mengalami demam tinggi, kesulitan menelan, dan berisiko mengalami kekurangan gizi.
Rahimi menambahkan, penularan penyakit ini terjadi melalui droplet atau percikan air liur, serta makanan yang terkontaminasi virus. Oleh karena itu, penggunaan masker dan pengawasan terhadap jajanan, khususnya untuk anak-anak, sangat dianjurkan.
Ia juga mengungkapkan bahwa pada zaman dahulu, penyakit ini sering diobati menggunakan Blau yang dicampur air dan dioleskan pada area bengkak sebagai kompres.
“Kini, pendekatan modern lebih menganjurkan penggunaan air dingin atau air es untuk meredakan nyeri dan pembengkakan,” kata Rahimi.
Lebih lanjut dikatakan, pada prinsipnya, penanganan penyakit ini bertujuan untuk meringankan gejala, seperti memberikan obat penurun panas, mengompres area bengkak, dan memastikan penderita tetap mengonsumsi makanan bergizi.
“Penyakit gondongan, seperti halnya penyakit cacar air, biasanya hanya menyerang sekali seumur hidup karena tubuh akan membentuk antibodi setelah terinfeksi,” ujar Rahimi.
Dinkes Manokwari terus mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, menjaga kebersihan, dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala gondongan. Karena pencegahan lebih baik daripada pengobatan, terutama pada penyakit yang penularannya cukup mudah seperti penyakit gondongan.(ACM)






















