MANOKWARI – Dalam rangka memperingati Hari Hutan Sedunia 2024, Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran, Pengelolaan Keanekaragaman Hayati, dan Pengaduan Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Manokwari, Johanes Lebang, mendorong seluruh elemen masyarakat untuk melakukan pertobatan ekologis.
Menurut Johanes, alam telah memberikan kehidupan dan berkat yang melimpah bagi manusia. Oleh karena itu, sudah sepatutnya manusia menjaga alam, termasuk hutan, dan menghentikan segala bentuk aktivitas yang merusak lingkungan.
“Hari Hutan Sedunia menjadi momen penting untuk mengingatkan kita semua agar mengembalikan fungsi hutan sebagaimana mestinya. Hutan adalah sumber kehidupan yang harus dijaga dan dilestarikan,” ungkap Johanes. Selasa (6/8/2024).
Ia menegaskan, kerusakan hutan akibat aktivitas manusia seperti penebangan liar, pembakaran hutan, dan alih fungsi lahan harus dihentikan demi keberlangsungan ekosistem yang mendukung kehidupan manusia dan makhluk lainnya.
Dalam kesempatan itu, Johanes juga menyerukan kerja sama antara pemerintah, komunitas lokal, dan masyarakat untuk melakukan aksi nyata, seperti penghijauan, pelestarian hutan adat, serta peningkatan kesadaran tentang pentingnya keberlanjutan ekosistem hutan.
Peringatan Hari Hutan Sedunia diharapkan menjadi pengingat bagi semua pihak untuk tidak hanya memanfaatkan, tetapi juga menjaga dan melindungi hutan sebagai warisan untuk generasi mendatang.






















