MANOKWARI, acemo.co.id – Kawasan Bandara Rendani Manokwari menjadi salah satu lokasi yang ramai dikunjungi masyarakat, khususnya pada malam hari. Minimnya aktivitas penerbangan pada malam hari membuat kawasan tersebut dinilai nyaman bagi warga untuk berkumpul, bercengkerama maupun sekadar menikmati suasana.
Namun, meningkatnya aktivitas masyarakat pada malam hari juga menimbulkan sejumlah persoalan, mulai dari sampah, konsumsi minuman keras hingga aksi kebut-kebutan dan penggunaan sepeda motor yang mengganggu kenyamanan warga di sekitar kawasan bandara.
Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas II Manokwari, Herman Sujito, mengatakan aktivitas penerbangan di Bandara Rendani lebih banyak berlangsung pada siang hari. Sementara pada malam hari, aktivitas penerbangan relatif minim sehingga kawasan bandara kerap dimanfaatkan masyarakat untuk berkumpul.
“Memang Bandara Rendani ini aktivitasnya lebih banyak pada siang hari. Sementara pada malam hari hampir tidak ada aktivitas penerbangan, sehingga kawasan ini menjadi tempat yang cukup nyaman dan tenang bagi warga, khususnya anak-anak, untuk bercengkerama atau sekadar nongkrong,” ujar Herman saat ditemui awak media di Kantor UPBU Kelas II Manokwari, Jumat (22/8/2026).
Menurutnya, pihak bandara tidak melarang masyarakat melakukan aktivitas di kawasan tersebut. Masyarakat tetap diperbolehkan mengunjungi kafe, bertemu teman maupun melakukan kegiatan lainnya, sepanjang tetap menjaga ketertiban dan tidak mengganggu aktivitas maupun kenyamanan warga sekitar.
Namun, pihaknya menemukan adanya sejumlah aktivitas yang dinilai mengganggu. Beberapa orang dari luar kawasan Rendani diketahui datang untuk berkumpul dan sebagian di antaranya mengonsumsi minuman keras.
“Karena suasananya nyaman dan tenang, ada beberapa orang dari luar kawasan Rendani yang datang untuk berkumpul. Kami mendapati sebagian dari mereka membawa minuman keras dan melakukan aktivitas yang mengganggu ketertiban,” katanya.
Persoalan lain yang menjadi perhatian adalah sampah. Herman menyebutkan, petugas telah beberapa kali melakukan pembersihan di kawasan bandara. Namun, sampah kembali menumpuk setelah kawasan tersebut dibersihkan.
“Kami sudah beberapa kali melakukan pembersihan. Namun, setelah dibersihkan, keesokan harinya sampah kembali menumpuk. Hal ini tentu mengurangi kenyamanan warga maupun petugas yang beraktivitas di kawasan bandara,” ujarnya.
Selain sampah, aktivitas kendaraan bermotor juga menjadi perhatian. Sejumlah pengendara disebut kerap menggeber kendaraan, melakukan aksi kebut-kebutan dan melaju dengan kecepatan tinggi, terutama pada malam hari.
Kondisi tersebut tidak hanya mengganggu ketenangan warga, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan pengendara maupun masyarakat lainnya.
Herman mengungkapkan, beberapa kali terjadi kecelakaan di kawasan tersebut. Bahkan, pagar bandara sempat ditabrak pengendara, terutama di sejumlah titik turunan dan tikungan.
“Beberapa kejadian diduga terjadi karena pengendara mengendarai kendaraan dalam kondisi mabuk,” ungkapnya.
Untuk menjaga keamanan dan ketertiban, pihak UPBU bersama unsur terkait telah melakukan patroli, khususnya pada malam Minggu ketika aktivitas masyarakat di kawasan Bandara Rendani cenderung meningkat.
Patroli gabungan dilakukan bersama personel Polsek Bandara Rendani, unsur keamanan TNI serta petugas pengamanan internal bandara. Dalam patroli tersebut, petugas memberikan imbauan kepada masyarakat yang masih berkumpul hingga larut malam.
“Karena waktu sudah cukup malam, sekitar pukul 21.00 WIT lewat, kami meminta mereka untuk membubarkan diri dan kembali ke rumah. Setelah dilakukan imbauan tersebut, situasi mulai lebih tertib,” jelas Herman.
Ia mengatakan pemantauan akan terus dilakukan, terutama pada malam Minggu. Menurutnya, jumlah masyarakat yang berkumpul pada malam tersebut biasanya lebih banyak dibandingkan hari lainnya.
Selain patroli, UPBU Kelas II Manokwari juga tengah memproses pembangunan pos pengamanan di bagian depan kawasan bandara. Pos tersebut diharapkan dapat meningkatkan pengawasan sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.
Herman kembali menegaskan bahwa pihak bandara tidak bermaksud menutup akses masyarakat untuk beraktivitas di kawasan Bandara Rendani. Namun, kebebasan tersebut harus diimbangi dengan kesadaran untuk menjaga fasilitas umum dan menghormati hak masyarakat lainnya.
“Bandara ini juga merupakan fasilitas umum dan masyarakat dipersilakan beraktivitas. Namun, mari kita saling menjaga dan saling menghargai,” tegasnya.
Terkait kebersihan, Herman meminta masyarakat memanfaatkan tempat sampah yang telah disediakan serta mematuhi papan-papan imbauan yang terpasang di sejumlah lokasi.
“Kami juga tidak mungkin setiap hari mengerahkan anggota untuk membersihkan sampah, sementara masyarakat masih membuang sampah sembarangan. Tempat sampah sudah kami sediakan, begitu juga dengan papan-papan imbauan untuk membuang sampah pada tempatnya,” katanya.
Ia menambahkan, petugas juga masih menemukan botol-botol bekas minuman keras yang ditinggalkan oleh sebagian masyarakat setelah berkumpul di kawasan bandara.
Karena itu, UPBU Kelas II Manokwari mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kawasan Bandara Rendani agar tetap bersih, aman, tertib dan nyaman.
“Kami berharap masyarakat dapat bersama-sama menjaga kebersihan, ketertiban, keamanan, dan kenyamanan kawasan Bandara Rendani,” pungkas Herman. (Mega)






















