Menu

Mode Gelap
Vonis Seumur Hidup untuk Yahya Himawan, JPU Masih Pertimbangkan Banding Kabiddokkes Polda PB : Hasil Otopsi Yanto Idorway Butuh Waktu karena Sampel Diuji di Lab Forensik di Luar Manokwari Dua Hari Menunggu, Otopsi Yanto Idorway Akhirnya Digelar di RS Bhayangkara Polda Papua Barat Kapolres Pegaf: Jenazah Yanto Ditemukan Terjepit di Celah Batu, Polisi Minta Otopsi Ungkap Penyebab Kematian Ribuan Warga Padati Kamar Jenazah RSUD Manokwari, Menanti Hasil Otopsi Yanto Idorway

MANOKWARI · 24 Agu 2026 14:52 WIT

Hadapi Kekurangan Air, Wabup Manokwari Siapkan Langkah Antisipasi dan Minta Warga Berhemat


 Hadapi Kekurangan Air, Wabup Manokwari Siapkan Langkah Antisipasi dan Minta Warga Berhemat Perbesar

MANOKWARI, acemo.co.id — Wakil Bupati Manokwari H. Mugiyono mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan air menyusul mulai menurunnya debit air di sejumlah sumur warga akibat kondisi musim kering.

Imbauan tersebut disampaikan H. Mugiyono, Senin (25/8/2026). Ia mengatakan, kondisi kekurangan air mulai dirasakan masyarakat, bahkan debit air di sejumlah sumur mulai menurun hingga mengering.

“Pertama, bijak menggunakan air. Karena air sudah mulai kurang, bahkan sumur-sumur kita sudah mulai kering, termasuk sumur kami,” ujar Mugiyono.

Menurutnya, pemerintah daerah perlu mendapatkan data yang akurat mengenai kondisi ketersediaan air di tengah masyarakat. Informasi tersebut diperlukan agar bantuan air dapat diberikan secara tepat sasaran kepada warga yang benar-benar membutuhkan.

Mugiyono menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat, khususnya jajaran Kodim yang turut menyalurkan bantuan air kepada warga.

“Saya berterima kasih kepada siapa pun yang telah membantu warga kami menyediakan air, khususnya Kodim,” katanya.

Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Manokwari akan melakukan pembahasan lebih teknis bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk menyiapkan langkah penanganan apabila kondisi kekurangan air semakin meluas. Salah satu opsi yang akan dikaji adalah pendistribusian air menggunakan tangki atau sarana penyaluran lainnya.

Pemkab Manokwari juga akan meminta pemerintah distrik dan kampung untuk melakukan pendataan mengenai wilayah serta jumlah masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air.

“Kita mau mendapatkan informasi juga dari masyarakat sejauh mana kekurangannya. Jangan sampai sebenarnya yang kekurangan hanya satu atau dua orang, tetapi karena ada lembaga tertentu yang datang, semua dianggap membutuhkan bantuan,” jelasnya.

Meski demikian, Mugiyono mengakui bahwa secara umum debit air memang mulai mengalami penurunan. Karena itu, ia meminta masyarakat melakukan penghematan dan mengutamakan penggunaan air untuk kebutuhan yang benar-benar penting.

Ia juga mengingatkan agar penggunaan air untuk kebutuhan peternakan tetap diperhatikan karena hewan ternak juga membutuhkan air.

“Kalau yang tidak terlalu penting, ya ditunda dulu. Karena memang air sangat berkurang. Tetapi kalau untuk kebutuhan ternak, jangan dikurangi karena mereka juga membutuhkan air,” ujarnya.

Mugiyono mencontohkan, masyarakat dapat mengurangi frekuensi penggunaan air untuk kebutuhan yang tidak mendesak. Salah satunya dengan mengatur jadwal pengurasan kolam agar tidak terlalu sering, selama kondisi ikan masih dapat dipelihara dengan baik.

Di sisi lain, apabila laporan dari tingkat bawah menunjukkan bahwa kebutuhan air masyarakat sudah masuk dalam kondisi mendesak, pemerintah daerah akan segera mengambil langkah untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar warga.

“Kepala kampung dan distrik harus memberikan laporan kepada kami. Kalau memang betul-betul sudah ada masyarakat yang membutuhkan air, kami akan segera mengambil kebijakan untuk bagaimana kita bisa men-drop atau membantu kebutuhan air mereka,” kata Mugiyono.

Ia menegaskan, bantuan air harus diberikan berdasarkan data dan kondisi riil di lapangan sehingga penyalurannya tepat sasaran. Pemerintah akan meminta aparat kampung dan distrik turun langsung mendata masyarakat sebelum menentukan lokasi distribusi bantuan air.

“Kalau hanya satu atau dua orang yang membutuhkan lalu langsung diturunkan satu tangki, menurut saya juga kurang tepat. Tetapi kalau memang sudah ada yang membantu, tentu kami tetap mengapresiasinya,” pungkasnya. (Mega)

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Sekjen PP IBCA MMA Dorong Atlet Papua Barat Tembus Panggung Internasional

25 Agustus 2026 - 05:55 WIT

Pangdam XVIII/Kasuari Imbau Warga Waspadai Titik Api di Tengah Cuaca Kering

24 Agustus 2026 - 15:59 WIT

98 Jembatan Rampung Dibangun, Kodam XVIII/Kasuari Percepat Pembukaan Akses Wilayah Terisolasi

24 Agustus 2026 - 15:53 WIT

Pemkab Manokwari Galang Dana untuk Korban Gempa NTT.

24 Agustus 2026 - 10:49 WIT

Musim Kemarau Diperkirakan hingga Oktober, Wabup Manokwari Ingatkan Warga Waspada Karhutla

24 Agustus 2026 - 05:48 WIT

Kodim 1801/Manokwari Salurkan Bantuan Air Bersih bagi Warga Huntara Susweni

24 Agustus 2026 - 04:47 WIT

Trending di MANOKWARI