Menu

Mode Gelap
Kapolda Papua Barat Imbau Masyarakat Jaga Kamtibmas di Manokwari 2 Terduga Pelaku Curat Pkm Sanggeng Diringkus Tim Tekab Polresta Manokwari Polres Pegaf Kerahkan Personil Gabungan Bantu Pencarian Korban Longsor Catubouw Longsor di Catubow, 1 Orang MD dan Belasan Orang Masih Dalam Pencarian Hari Pertama Pencarian Iptu Tomi Marbun Sempat Terkendala Cuaca

Woman · 5 Feb 2022 15:47 WIT

Jangan Jadikan Perempuan Sebagai Objek Negatif Pemberitaan


 Jangan Jadikan Perempuan Sebagai Objek Negatif Pemberitaan Perbesar

FJPI – Jangan menjadikan perempuan sebagai objek negatif untuk penulisan berita, yang mengarah pada pelecehan. Dan jangan pula gunakan Jurnalistime Firasat untuk menulis berita.

Hal ini dikatakan Agus Sudibyo, Anggota Dewan Pers, dalam Webinar dengan tema “Tantangan Jurnalis Perempuan di Era Digital”, yang diadakan oleh Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) bekerjasama dengan Dewan Pers, dalam rangka Hari Pers Nasional (HPN) 2022, pada Sabtu (5/2/2022). Dihadiri oleh Anggota FJPI dari seluruh Indonesia dan juga undangan dari luar FJPI.

Industri media massa mengalami beberapa perubahan penting dengan adanya digitalisasi. Jumlah media online kini sudah lebih banyak daripada media konvensional seperti surat kabar, majalah, radio dan televisi.

Dalam catatan Dewan Pers tahun 2019, Indonesia mempunyai 47 ribu media. Dari jumlah tersebut, sebanyak 43.803 di antaranya adalah media online. Sementara sisanya adalah media cetak (2.000), radio (674) dan televisi (523).

Sejumlah media massa konvensional sudah berhenti beroperasi. Namun ada juga yang bisa beradaptasi dengan digitalisasi dan menerapkan serangkaian strategi. Lalu di antara perkembangan dunia digital pada media massa, bagaimana tantangannya terhadap jurnalis perempuan?

Webinar ini  menghadirkan tiga pembicara kompeten di bidangnya, yakni; pembicara Rosianna Silalahi, Pemimpin Redaksi Kompas TV. Agus Sudibyo, Anggota Dewan Pers dan juga Oky Dwiputra, Industry Partnership Manager Tiktok Indonesia.

Dalam Webinar ini, Agus Sunaryo meminta, agar seluruh pihak menghentikan perempuan sebagai objek, untuk menaikkan minat baca.

Menurut Agus, saat ini Dewan Pers juga memiliki masalah untuk mengawasi serta memantau berita yang beredar untuk dilakukan pengawasan. Karena hingga kini, belum ditemukan model pemantauan yang cepat, sehingga harusnya kasus yang ditangani dewan pers agar lebih cepat.

Sementara itu, Rosiana Silalahi, yang membahas tentang bagaimana Menjadi Jurnalis Perempuan di Era Digital mengatakan, menurutnya menjadi perempuan adalah berani, berani menghadapi digitalisasi sebagai sesuatu yang tidak bisa ditolak. Apalagi era digital merupakan sesuatu yang penting, ada pemberdayaan perempuan di dalamnya. “Jurnalis perempuan itu harus berani untuk bicara, menentang berita yang menyudutkan perempuan untuk clickbait”, ujarnya.

Ia juga mengatakan, bahwa selain membuat kredibilitas di masyarakat, jurnalis perempuan juga harus memiliki integritas untuk diri sendiri.

Pada pembahasan mengenai Pemanfaatan Tiktok untuk Kreativitas Media Jurnalis Perempuan, yang disampaikan oleh Oky Dwiputra. Ia menjelaskan, bahwa Tiktok yang merupakan aplikasi yang saat ini memiliki banyak pengguna, para pemilik akun bisa mengunggah, membagikan kontrak yang di ciptakan, mulai dari hiburan, musik, film dan sebagainya.

Ia juga mengatakan akan mudah para jurnalis perempuan membuat konten untuk dimasukkan ke dalam akun tiktok dalam bentuk berita secara video,  audio, bahkan tulisan. “Ini sangat mudah ya untuk para jurnalis perempuan,  apalagi sudah memiliki basic sebagai seorang jurnalis”,  jelasnya. (ACM)

Artikel ini telah dibaca 34 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

HUT Ke-78 PWKI Papua Barat, Jadi Pelangi Kasih Melalui Pelayanan

28 Februari 2024 - 18:04 WIT

Semarak HUT Ke-VIII, IPT Kab. Manokwari Gelar Aksi Bersih Sampah Di Pantai Pasir Putih

14 Oktober 2023 - 12:49 WIT

Di HUT Ke-77, Pangdam Kasuari Apresiasi Keaktifan Kegiatan Persit KCK

11 April 2023 - 16:53 WIT

PUIM Amban Gelar Buka Puasa Bersama dan Santuni Anak Yatim Masjid At-Taqwa

9 April 2023 - 11:39 WIT

Peduli Pencegahan Stunting DWP Papua Barat Mou Dengan BKKBN

1 September 2022 - 17:19 WIT

Peduli dan Wujud Syukur, IAD Papua Barat Berbagi ke Pedagang Mama-Mama Papua

20 Mei 2022 - 14:01 WIT

Trending di PAPUA BARAT