MANOKWARI – Bawaslu Kabupaten Manokwari menggelar Sosialisasi pengawasan partisipatif pada pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Manokwari Tahun 2024 di Oriestom Bay Hotel Manokwari, Kamis 24 Oktober 2024.
Dalam sosialisasi tersebut menghadirkan narasumber dari Bawaslu Provinsi Papua Barat, Bawaslu Kabupaten Manokwari, KPU Kabupaten Manokwari serta melibatkan peserta sebanyak 45 orang yang berasal dari Tokoh Masyarakat , Tokoh Agama, Tokoh Perempuan, Organisasi Kemasyarakatan, dan Media Masa.
Koordinator Divisi P2H Bawaslu Provinsi Papua Barat, Menahen Sabarofek saat membuka kegiatan sosialisasi menyampaikan bahwa pengawasan dan partipisipasi dari seluruh masyarakat sangat penting demi keberlangsungan pemilu serta memastikan tahapan pilkada berjalan sesuai dengan tahapan perundang-undangan.
” Pemilu tahun 2024 ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah tetapi menjadi tanggung jawab secara bersama-sama “. ujarnya.
Sebelumnya, Koordinator Divisi HP2H Bawaslu Manokwari, Yustinus Maturan menyebut bahwa pihaknya telah menerima 1 laporan dugaan pelanggaran pilkada dan menemukan 3 dugaan pelanggaran pilkada. Dirinya berharap, seluruh elemen masyarakat lebih berani melaporkan segala bentuk dugaan pelanggaran pilkada ke Bawaslu, sehingga penindakan dapat dilakukan secara berjenjang.
“Jadi sosialisasi ini untuk membangun keberanian semua pihak, guna mewujudkan pilkada yang adil, transparan dan berkualitas” . ucap Maturan.
Sebelumnya, Bernard Menanti selaku Ketua Panitia Sosialisasi dalam laporannya mengatakan pelaksanaan Pengawasan Pemiilihan Kepala Daerah tahun 2024 tidak terlepas dari Peran serta Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh Perempuan, Organisasi Kemasyarakatan, dan Media Massa dalam membentuk tatanan politik yang baik dan sistim demokrasi yang sehat agar Pilkada Tahun ini terhindar dari praktik kecurangan disetiap tahapan.
“ Pada program pengawasan partisipatif yang diatur dalam Perbawaslu No 2 Tahun 2023 tentang Pengawasan Partisipatif menyebutkan bahwa terdapat 6 program pengawasan partisipatif yaitu Pendidikan pengawas partisipatif, Forum warga pengawasan partisipatif, Pojok pengawasan, kerjasama dengan perguruan tinggi, kampung pengawasan partisipatif, dan komunitas digital pengawasan partisipatif,” jelasnya. (ACM_3)






















