Menu ✖

Mode Gelap
Polda Papua Barat Tetapkan Dua Tersangka Dalam Kasus Kematian Yanto Idorway Vonis Seumur Hidup untuk Yahya Himawan, JPU Masih Pertimbangkan Banding Kabiddokkes Polda PB : Hasil Otopsi Yanto Idorway Butuh Waktu karena Sampel Diuji di Lab Forensik di Luar Manokwari Dua Hari Menunggu, Otopsi Yanto Idorway Akhirnya Digelar di RS Bhayangkara Polda Papua Barat Kapolres Pegaf: Jenazah Yanto Ditemukan Terjepit di Celah Batu, Polisi Minta Otopsi Ungkap Penyebab Kematian

MANOKWARI · 19 Apr 2022 14:30 WIT

Bea Cukai Manokwari Terus Dorong Pemulihan Ekspor Kepiting


 Bea Cukai Manokwari Terus Dorong Pemulihan Ekspor Kepiting Perbesar

MANOKWARI – Pemulihan ekonomi nasional yang merupakan program Bea Cukai Manokwari guna membangun kegiatan Klinik Ekspor bertujuan untuk membantu UMKM di wilayah kerjanya.

Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Manokwari Johan Pandores mengatakan ekspor kepiting yang selama ini dilakukan Koperasi Mnukwar hingga luar negeri, seperti ke Hongkong, mengalami penurunan akibat Pandemi Covid-19. Sebelum pandemi, biasanya ekspor kepiting mencapai 200 ton setiap dua minggu sekali, namun kini pengiriman tidak tentu.

“Mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah ada normalisasi lagi permintaan ekspor kepiting ke Singapura. Untuk Hongkong masih berkoordinasi dengan Bea cukai yang ada di negara tersebut kapan berakhirnya lockdown,” ujarnya saat di wawancarai awak media.

Ditambahkannya, Bea cukai se Indonesia tengah kembali menjajaki pasar ekspor kepiting yang saat ini berangsur pulih.

“Saat ini pasar dalam negeri juga mengalami penurunan. Dalam masa recovery baik di luar maupun dalam negeri mudah-mudahan bisa naik lagi ekspor kepiting,” jelasnya.

Selain usaha yang dilakukan Bea Cukai untuk menjajaki permintaan ekspor kepiting, Johan menyebut pihak Kantor Karantina Perikanan (KKP) juga ikut andil dalam mendorong ekspor kepiting.

“Ada beberapa kelompok nelayan seperti lobster dan kerapu yang ingin masuk ke koperasi Mnukwar. Dimana koperasi Mnukwar selama ini masih sendiri, belum ada UMKM yang tergabung didalamnya.Koperasi Mnukwar telah memiliki ijin cara karantina ikan yang baik (CKIB) dari KKP. Ini adalah langkah yang baik,” ucapnya. 

Disebutkan bahwa sebelumnya dalam ekspor harus mengurus ijin dan terkena biaya penerimaan biaya bukan pajak (PNBP) yang mana biaya tersebut sangat besar. Namun setelah memiliki ijin CKIB, biaya PNBP hanya satu kali saja dalam satu bulan.

“CKIB diterbitkan oleh KKP, yang mana ijin tersebut berlaku satu bulan sekali. Jika mengajukan sampel sekarang dan terkena PNBP satu kali dan masa berlaku satu bulan, apapun yang dikirim ke luar negeri tidak memerlukan ijin lagi dalam kurun waktu satu bulan,” tutupnya. (ACM_2)

Artikel ini telah dibaca 91 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Kabut Asap Ganggu Penerbangan di Bandara Rendani, Sejumlah Maskapai Batal Mendarat

13 Oktober 2026 - 00:37 WIT

Franciscus Tanuardus Kembali Maju sebagai Calon Ketua PSSI Papua Barat, Bidik Juara PON

12 Oktober 2026 - 20:08 WIT

Wabup Mugiyono Tegaskan Sasaran Pendidikan Gratis Manokwari dan Papua Barat Berbeda

12 Oktober 2026 - 14:20 WIT

HUT ke-27 Papua Barat, Wabup Mugiyono Dorong Kolaborasi Percepat Pembangunan dan Kesejahteraan

12 Oktober 2026 - 13:58 WIT

Resmikan Gedung SDITQ Ummul Quro, Wabup Mugiyono Tekankan Kolaborasi Majukan Pendidikan

10 Oktober 2026 - 16:06 WIT

Wabup Mugiyono Ingatkan Disiplin ASN Agar Tak Abaikan Tugas dan Tanggung Jawab. 

6 Oktober 2026 - 16:15 WIT

Trending di MANOKWARI