Menu

Mode Gelap
Pengadilan Negeri Manokwari Tolak Praperadilan Tersangka Pembunuh Yahya Sayori Penembakan Warinussy, Dugaan Sementara Pelaku Gunakan Senapan Angin Seorang Pengacara Di Manokwari Jadi Korban Penembakan OTK Seleksi Catar Kanwil Kemenkumham Papua Barat Digelar Akhir Pekan Ini Ditreskrimsus Polda Papua Barat Lakukan Tahap II Kasus KorupsI Dana Hibah PBVSI

HUKUM & KRIMINAL · 8 Mar 2024 11:12 WIT

Bendahara Dinkes Teluk Wondama Jadi Tersangka Tipikor Dana BOK T.A 2019


 Bendahara Dinkes Teluk Wondama Jadi Tersangka Tipikor Dana BOK T.A 2019 Perbesar

MANOKWARI – Penyidik Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri (Kejari) Manokwari melakukan penetapan tersangka sekaligus penahanan terhadap tersangka inisial RI dalam perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi Pengelolaan Dana BOK (Bantuan Operasional Kesehatan) Puskesmas pada Dinas Kesehatan Kabupaten Teluk Wondama Tahun Anggaran 2019, Jum’at (8/3/2024).

Usai melakukan pemeriksaan dari pukul 9 pagi, Kepala Kejaksaan Negeri Manokwari Teguh Suhendro melalui Kasi Pidsus Kejari Manokwari, Asrul didampingi Kasi Datun I Dewa Gede Semara Putra dan Kasi C Raden Arry menyampaikan bahwa Kejaksaan Negeri Manokwari melakukan penahanan dan penetapan dalam kasus tindak pidana korupsi pada Dinas Kesehatan Kabupaten Teluk Wondama.

“RI yang merupakan Bendahara pengelolaan dana BOK pada Dinas Kesehatan yang dalam pelaksanaannya tidak sesuai dengan peraturan keuangan”, jelas Kasi Pidsus.

Diketahui bahwa pada tahun 2019, dari dana BOK tahun anggaran 2019 sebesar Rp. 7.243.702.000,00 yang dikelola oleh 6 (enam) Puskesmas yaitu sebesar Rp. 5.716.000.000,00 dan yang dikelola oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Teluk Wondama adalah sebesar Rp. 1.527.702.000,00, berupa Dana Dukungan Manajemen, Dana BOK Sekunder, dan Dana Distribusi Obat dan E-Logistik. 

Terhadap Pengelolaan anggaran Dana BOK yang tidak ada pertanggungjawabannya yang didukung dengan bukti lengkap dan sah, serta kegiatan yang tidak dilaksanakan.

“Atas perbuatan tersangka, mengakibatkan kerugian keuangan negara sebesar 1 milyar 37 juta 822 ribu rupiah berdasarkan Laporan Hasil Audit Penghitungan Kerugian Keuangan Negara oleh BPKP Perwakilan Papua Barat tanggal 21 September 2022”, terangnya lagi.

Selanjutnya kini tersangka ditahan di Lapas Kelas IIB Manokwari selama 20 (dua puluh) hari ke depan yang mana perbuatannya disangkakan melanggar Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (ACM_2)

Artikel ini telah dibaca 728 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Pengadilan Negeri Manokwari Tolak Praperadilan Tersangka Pembunuh Yahya Sayori

17 Juli 2024 - 22:38 WIT

Penembakan Warinussy, Dugaan Sementara Pelaku Gunakan Senapan Angin

17 Juli 2024 - 22:23 WIT

Seorang Pengacara Di Manokwari Jadi Korban Penembakan OTK

17 Juli 2024 - 16:27 WIT

OPM Bakar Gedung Sekolah SMP Negeri Okbab

15 Juli 2024 - 20:29 WIT

Ditreskrimsus Polda Papua Barat Lakukan Tahap II Kasus KorupsI Dana Hibah PBVSI

5 Juli 2024 - 19:27 WIT

Sakit Hati Dimaki-maki Usai Minum Miras, BM Tikam PU Hingga Tewas

20 Juni 2024 - 14:15 WIT

Trending di HUKUM & KRIMINAL