MANOKWARI – Gereja Persekutuan Kristen Alkitab Indonesia (GPKAI) menggelar Persidangan Umum XII Se- Indonesia di Manokwari yang dihadiri 800 peserta, Selasa (16/7/2024).
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Dirjen Bimas Kristen Kementerian Agama RI, Dr. Jein Maria Tulung didampingi Asisten III Setda Provinsi Papua Barat, Asisten II Setda Manokwari, Bupati Pegunungan Arfak, dan Kepala Suku Besar Arfak. Persidangan Umum Ke-XII GPKAI mengusung tema “ menghadirkan Kerajaan Allah di Bumi (Matius6:10).

Dirjen Bimas Kristen Kementerian Agama RI, Dr. Jein Maria Tulung dalam sambutannya mengatakan persidangan umum ke-XII GPKAI merupakan moment penting dan forum tertinggi GPKAI untuk merumuskan arah kebijakan pelayanan ke depan.
Dirinya menekankan beberapa pesan yaitu dapat meninggalkan egoisme pribadi dan fokus pada kepentingan bersama. Selain itu, GPKAI diharapkan berani keluar dari zona nyaman dan menjawab tantangan jaman dengan cara yang inovatif dan kreatif. Kemudian harus memberikan perhatian dan pelayanan kepada generasi muda karena generasi muda merupakan masa depan GPKAI.
“ Gereja ramah anak juga harus menjadi saran pembinaan generasi muda yang beriman, berkarakter dan berprestasi,” ungkap Dirjen Bimas Kristen.

Selanjutnya, Jein Maria berpesan agar terus membangun dialog dan menjaga kerurunan antar umat beragama, dimana salah satu program prioritas Menteri Agama adalah penguatan moderasi beragama untuk merawat indonesia yang aman, damai dan toleran.
“ Mari kita juga doakan bangsa Indonesia agar diberkati dengan kedamaian, kesejahteraan dan keadilan,” tambahnya.

Ketua Umum Majelis Umum GPKAI, Pdt. Daniel Sukan dalam sambutannya mengatakan majelis persidangan ke-XII GPKAI akan menjadi forum yang menghasilkan 2 agenda penting yaitu merumuskan kembali visi dan misi startegis, program prioritas bagi pertumbuhan gereja secara nasional serta memilih, menetapkan dan melantik Ketua Majelis Umum GPKAI periode 2024-2029.
“ Forum ini untuk mengevaluasi pelayanan dan mendengarkan laporan pertanggungjawaban Ketua Umum dan pengurus harian masa bakti 2019-2024 dan memilih Ketua Majelis yang baru dan merumuskan kembali visi misi pelayanan secara nasional,” terang Pdt. Sukan.

Sebelumnya Ketua Panitia Pendeta Herky Ahoren dalam laporannya mengatakan tujuan kegiatan Persidangan Umum ke-XII adalah untuk membangun keharmonisan dan mempererat kebersamaan GPKAI se- Indonesia untuk menghadirkan kerajaan Allah di Bumi, membicarakan program kerja demi kemajuan pelayan GPKAI, serta memilih Ketua Majelis Umum yang baru.
“ Persidangan Umum ke-XII GPKAI berlangsung selama 3 hari mulai tanggal 16-19 Juli di Manokwari, Papua Barat dengan jumlah peserta sebanyak 800 orang,” tutup Herky Ahoren. (ACM)
























