MANOKWARI – Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Provinsi Papua Barat Menggelar Kegiatan Inovasi Desain Motif Tradisional Melalui Pelatihan Membatik Yang Melibatkan 80 Peserta Dari Pengrajin Lokal.
Kegiatan Yang Berlangsung Selama Tiga Hari Mulai Tanggal 18-20 Desember 2025 Ini Dibuka Oleh Asisten II Setda Papua Barat, Melkias Werinussa Didampingi Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Papua Barat.
Usai dibuka, para peserta yang terdiri dari mama-mama Papua ini kemudian dibekali dengan beberapa materi tentang cara dan jenis-jenis membatik.

Selanjutnya Pada hari kedua, para peserta langsung mempraktekkan cara membatik dengan diawali menyiapkan bahan pewarna untuk membuat batik.
Devitha Elisa Trisuanti selaku Instruktur membatik mengatakan dalam pelatihan tersebut dirinya membekali para peserta dengan materi beragam jenis batik, namun yang dipraktekkan langsung khususnya jenis batik tulis dengan topik “ tapak tangan” yang ada di cadas.
Ditambahkanya saat ini pelatihan membatik masih menggunakan pewarna kimia, namun kedepannya Devitha akan mengajarkan cara pembuatan pewarna batik dengan menggunakan bahan alami yang memanfaatkan tumbuhan yang ada di Papua seperti buah pinang.
“ Kami berharap para peserta dapat menggali potensi membatik di Papua yang sangat menjanjikan, karena tidak hanya Jawa yang bisa membatik tetapi Papua juga bisa memiliki ciri khas sendiri dari kerajinan batik” ujarnya.
Pamong Budaya Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XXIII Papua Barat dan Papua Barat Daya, Abdul R. Macap mengatakan kerajinan batik di Papua Barat memiliki potensi yang sangat tinggi khususnya motif tradisional. Ia mencontohkan pengunaan gambar cadas pada motif batik di Fak-fak dan Kaimana cukup menarik.
“ Penggunaan motif-motif yang berasal dari cerita rakyat dari setiap wilayah di Papua Barat juga berpotensi untuk pengembangan motif batik kedeapannya,” terang Abdul.

Sementara itu, Kepala Seksi Internalisasi dan Diplomasi Budaya Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Papua Barat, S.Y. Maya Inggamer mengatakan pelatihan membatik yang baru pertama kali diberikan kepada mama-mama pengrajin local merupakan inovasi baru agar pengetahuan para pengrajin tidak hanya berkutat pada senin ukir, anyam/ rajut noken namun mengalami peningkatan dengan cara membuat batik.
Melalui pelatihan membatik, peserta diharapkan dapat melestarikan motif-motif tradisional Papua yang dipadukan dengan teknologi batik tulis yang sudah banyak diterapkan di daerah luar Papua.
“ Dengan berbekal pelatihan tersebut, para peserta juga diharapkan mampu menghasilkan karya yang memiliki nilai ekonomis sehingga semakin beragam kerajinan yang bisa dihasilkan untuk nantinya menambah penghasilan keluarga,” harap Maya.
Kegiatan Inovasi Desain Motif Tradisional Melalui Pelatihan Membatik Ditutup oleh Asisten I Setda Papua Barat, Drs. Syors Albert Ortis Sanz, M.Si. (ACM_3)























