MANOKWARI – Bupati Manokwari hadiri Ibadah syukur 1 tahun kepengurusan DPD Kerukunan Keluarga Kawanua (K3) di Manokwari periode 2023-2028, Jumat (5/4/2024).
HUT pertama K3M ini, turut dihadiri Kepala suku besar Arfak, Asisten I Setda Provinsi Papua Barat, Kepala-kepala Suku Nusantara di Manokwari dengan mengangkat tema ‘Selangkah menuju sukses bersama’.
Bupati Manokwari Hermus Indou mengajak semua warga suku Kawanua untuk bersyukur atas periode yang bisa dijalankan di tahun pertama ini masa kepemimpinan periode 2023-2028.

‘Kita bersyukur K3M dapat terbentuk untuk mengkoordinir masyarakat Kawanua yang ada di Manokwari”, ucapnya.
“Atas nama pemerintah kabupaten Manokwari kami mengapresiasi keberadaan kerukunan Kawanua yang ada di Manokwari yang berkontribusi dalam pembangunan yang ada di Manokwari”, imbuhnya.
Ketua Umum K3M Deiby Debora Pangemanan menuturkan dimana genap satu tahun kepengurusan kerukunan kali ini, tentu memberikan pengalaman tersendiri melalui kegiatan yang sudah terlaksana dengan menumbuhkan harapan dan memberikan semangat baru bagi kerukunan Kawanua.

“Menjadi ketua memiliki tantangan namun kepengurusan ini didukung oleh semua anggota. Banyak keterbatasan yang kami alami namun kedepan kami akan terus berusaha untuk maju bersama”, tuturnya.
Sebagai mitra pemerintah, Kawanua terus mendukunh komitmen untuk menghormati dan menghargai sesama suku maupun suku, agama dan ras yang berbeda untuk hidup bersama di tanah Papua.
“Saya mengajak untuk bersatu padu mendukung pembangunan yang tertuang dalam visi misi pemerintah”, kata Deiby.

Sebelumnya Kepala Suku Besar Arfak Dominggus Mandacan yang juga merupakan sesepuh K3M menyampaikan bahwa Kawanua memiliki peran dalam kemajuan tanah Papua, dimana orang Arfak maju bersama-sama dengan suku lain tak terkecuali masyarakat Kawanua.
Dirinya mengajak Kerukunan Kawanua untuk bersatu bersama untuk memajukan Papua Barat terutama Manokwari.
“Mari selalu bergandengan tangan agar Manokwari, Papua Barat dapat hidup rukun dan damai, kita jaga toleransi dan kerukunan antar semua suku, ras, agama dan etnis”, pungkas Mandacan. (ACM_2)






















