MANOKWARI – Peringati HUT Pattimura ke-205 tahun, Kerukunan Maluku di Manokwari memeriahkannya dengan berbagai kegiatan. Puncak nya dengan menyalakan obor di Lapangan Borasi. Peringatan ini mendapat apresiasi dari Bupati Manokwari, Senin (16/5/2022).
Bupati Manokwari Hermus Indou menyampaikan bahwa masyarakat Maluku menunjukkan persaudaraan yang kuat meski di perantuan. Tak hanya itu keberadaan Orang Maluku harus mencerminkan toleransi baik sesama suku maupun kepada suku, agama, dan budaya yang lain.

“Mari jaga kerukunan dan kebersamaan serta toleransi antar suku, agama, ras, dan golongan. Bangsa kita adalah bangsa yang besar dan kaya akan suku-suku bangsa, budaya, dan bahasa. Ini adalah ciptaan Tuhan Maha Kuasa dan karya serta anugerah Tuhan terbesar bagi kita, sehingga mari kita jaga dan lestarikan untuk menjaga kebesaran Indonesia di Tanah Papua dan menjaga kebesaran Indonesia di Manokwari,” ujarnya
Hermus Indou juga berpesan agar masyarakat Maluku tetap mempertahankan semangat Pattimura muda.
“Sebagaimana yang sampaikan Pattimura menjelang kematiannya harus menjadi penyemangat untuk terus berjuang meningkatkan kesejahteraan masyarakat Maluku dan suku-suku lain di Tanah Papua. Saya juga mengimbau masyarakat Maluku di tanah ini agar ke depan semakin solid dan terus bersatu, bergerak maju bersama suku-suku lain di Tanah Papua dan secara khusus menjadikan Manokwari sebagai kota bersama”, pesannya.
Sesepuh Kerukunan Maluku di Papua Barat Dominggus Mandacan menyampaikan bahwa masyarakat Maluku banyak menyumbangkan pembangunan di tanah Papua, baik dalam sumber daya manusia dan dalam bidang politik sekalipun.

“Manokwari adalah Rumah kerukunan, masyarakat Maluku juga membawa perubahan di tanah Papua. Dukungan politik juga kami dapat dari kerukunan Maluku sehingga kami orang Papua menjadi tuan di tanah sendiri”, katanya Dominggus Mandacan yang turut hadir.
205 tahun lalu Thomas Matulessy menyisakan kisah perjuangan yang besar. Dirinya turut menyampaikan agar hal yang sudah di lakukan baik di Papua dapat terus di lanjutkan.
“Kiranya ini menjadi perekat dari sekat-sekat dan pertanda kebangkitan anak Maluku untuk terus bersatu dan selalu memberikan sumbangsinya dalam memajukan tanah Papua”, ungkapnya.
Romer Tapilatu selaku Ketua Panitia menyebutkan bahwa kegiatan dalam peringatan HUT Pattimura ini dapat menjadi wadah pemersatu masyarakat Maluku di Kabupaten Manokwari.
“Beberapa kegiatan yang sudah dilakukan yaitu Diskusi dengan tema Maluku Bangkit Bersatu, yang diangkat dengan tujuan, untuk membentuk wadah yang menjadi tempat bernaung masyarakat Maluku,” tutupnya. (ACM_2)























