MANOKWARI – Puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ikatan Perempuan Toraja (IPT) Ke-8 digelar dalam ibadah syukur yang dilaksanakan di Tongkonan Manokwari, Sabtu (25/11/2023).
Turut hadir Ketua Ikatan Keluarga Toraja (IKT) Provinsi Papua Barat, Ketua IKT Kab. Manokwari, Pimpinan Organisasi Wanita serta IPT ditingkat Rayon Kota hingga Wapramasi.

Syukuran HUT IPT ke-8 diawali dengan ibadah yang dipimpin oleh Pendeta Welly Rumbarar.
“Jadilah wanita IPT yang tangguh didalam Tuhan, jangan mudah terprovokasi dengan kehidupan orang, dan selalu bersyukur dengan yang sudah Tuhan berikan,” pesannya.

Ketua Panitia, Ros Milka Kamma, Amd.Keb,SKM.
Ketua Panitia, Ros Milka Kamma Amd.Keb,SKM dalam laporannya mengatakan HUT IPT jatuh pada tanggal 20 November, namun jatuh pada hari Senin sehingga baru dilaksanakan pada Sabtu 25 November agar dapat diikuti semua warga IPT.
Selain itu, memeriahkan HUT IPT ke-8, telah digelar berbagai kegiatan diantaranya pemberian makanan tambahan pada posyandu Hartono Sanggeng yang akan menjadi binaan IPT, pembersihan sampah di Pantai Pasir Putih, Donor Darah, Lomba Goyang Tamang Pung Kisah dan puncaknya digelar Ibadah Syukur.
” Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh donatur yang telah mendukung kegiatan ini, dan juga kepada panitia yang telah bekerja keras mensukseskan rangkaian HUT IPT,” ujar Ros.

Ketua IPT Kabupaten Manokwari, Erni Sosang
Ketua IPT Kabupaten Manokwari Erni Sosang dalam sambutannya mengatakan bahwa di usia yang ke 8 ini, IPT mulai menapaki remaja dan mulai menunjukan diri sebagai organisasi wanita Toraja di Manokwari. IPT menjadi wadah perempuan Toraja yang tidak saja berasal dari Tana Toraja tetapi juga dengan berasal dari berbagai daerah. Saat ini jumlah anggota IPT Manokwari ada 1.025 orang.

Pada kesempatan tersebut, Erni Sosang mengingatkan agar IPT selalu menjaga stabilitas keamanan terutama jelang pesta demokrasi. Jangan sampai akibat pilihan yang berbeda dapat menimbulkan perpecahan keluarga besar IPT.
” Tahun ini merupakan tahun politik, dan sebagai warga negara yang baik mari menjaga situasi dan stabilitas tetap aman” pesan Erni.
” Walaupun berbeda pilihan politik tetapi harus tetap menjaga persatuan. Jangan hanya gara2 politik, terjadi perpecahan antar sesama,” sambungnya.
Tak lupa, dirinya juga mengajak kepada warga IPT untuk menyalurkan hak suaranya saat pemilu 2024 mendatang.

Ketua IKT Kabupaten Manokwari, Appi Pakilaran
Sementara, Ketua Ikatan Keluarga Toraja Kabupaten Manokwari, Appi Pakilaran mengapresiasi IPT yang telah bersama-sama mewujudkan wadah agar bisa berperan dalam organisasi dan menunjukkan peran perempuan Toraja yang mempunyai kapasitas yang dapat diperhitungkan.
Dengan berbagai lomba yang telah dilaksanakan dapat menunjukan eksistensi perempuan Toraja.

” Mari tetap berperan sebagai wanita tangguh baik dalam keluarga maupun dalam organisasi.,”tuturnya.
“Menghadapi dinamika pemilu pesan saya Mari kita jaga terus kerangka kekeluargaan ini agar tidak terjadi riak-riak perbedaan yanh bisa menimbulkan perpecahan,” imbuhnya.

Syukuran HUT IPT ke-8 ditandai dengan pembacaan sejarah singkat pembentukan IPT dan pemotongan tumpeng. Selain itu turut dimeriahkan dengan penampilan tarian pa’gellu (tarian suka cita), penampilan juara lomba goyang tamang pung kisah dan pembagian hadiah lomba. (ACM)






















